Suara.com - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan Presiden tidak perlu meminta pertimbangan DPR untuk membentuk kabinet.
"Sekali lagi saya melihat yang ada itu posturnya nggak berubah, kementerian maritim itu tidak ada masalah, sehingga tidak perlu, kan menyesuaikan dengan UU Kementerian Negara," kata Agus untuk menanggapi pandangan pembentukan kabinet yang dikaitkan dengan UU No 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara, di DPR, Jakarta, Selasa (22/10/2014). Dalam UU tersebut menyebutkan adanya perubahan nomenklatur kabinet harus meminta pertimbangan DPR.
Anggota Fraksi Demokrat menjelaskan pembentukan UU tersebut sudah mengakomodir semua bidang sehingga ketika Presiden Joko Widodo berencana menggabungkan dua kementerian atau sebaliknya, memecah satu kementerian, tidak masalah karena tidak ada perubahan bidang.
"Misalnya, kementerian perindustrian dan perdagangan digabung. Itu tidak jadi soal. Ini hanya namanya (kementerian) saja. Tapi kan bidangnya tidak berubah," kata dia.
Agus menambahkan pembidangan kementerian sejalan dengan pembentukan komisi di DPR. DPR sendiri sudah membentuk 11 komisi dan setiap komisi memiliki bidang masing-masing sehingga tidak ada yang berubah dengan cakupan bidangnya, tetapi hanya mitranya saja yang akan menyesuaikan dengan nomenklatur kabinet yang akan dibentuk Presiden Jokowi.
"Jadi selama bidangnya tidak berubah tidak ada masalah," kata dia. [Bagus Santosa]
Berita Terkait
-
Beda dari Bos Agrinas, Menteri Zulhas Akui Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun Akan Dicek BPK
-
Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending
-
Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar
-
Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan
-
Dampak Inflasi terhadap Keuangan & Strategi Menghadapinya
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air