Para pelanggar hukum selalu punya seribu satu cara untuk melakukan kejahatannya. Namun, modus operandi yang dipakai seorang perempuan perampok asal Jerman ini bisa dikatakan yang pertama kalinya ada di dunia.
"Si Penyemprot Susu", begitu si perampok dijuluki. Sebutan itu diberikan karena dalam menjalankan aksinya, ia sengaja menyemprotkan susu ke wajah korban agar dengan mudah mengambil uangnya. Jangan terkejut, sebab susu yang ia gunakan adalah air susunya sendiri.
Kronologis kejadian yang diungkap polisi memang terdengar agak ganjil. Namun, memang demikian adanya. Peristiwa itu berawal saat si perempuan mendatangi sebuah toko obat di Darmstadt. Ia membeli sebuah pompa vakum ASI seharga 20 Euro dan membayarnya dengan lembaran uang 200 Euro.
Ketika si kasir sedang mengambilkan kembalian, tiba-tiba si perempuan mengangkat kemejanya dan menyemprotkan ASI langsung dari payudaranya. ASI mengenai wajah si kasir. Kemudian, ia melakukan hal serupa kepada seorang pegawai toko lainnya. Kala kedua pegawai dibuat terkejut oleh aksinya, ia buru-buru meraup uang yang ada di laci kasir dan bergegas pergi.
Para pegawai menggambarkan ciri-ciri "Si Penyemprot Susu" sebagai seorang perempuan berusia antara 35 tahun hingga 40 tahun. Perempuan yang disebut memiliki gaya rambut ekor kuda itu masih diburu polisi. (Mirror)
Tag
Berita Terkait
-
Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?
-
Ulasan Novel Teka-Teki Rumah Aneh, Kulik Misteri Denah yang Unik
-
Simfoni Kejanggalan dalam Denah: Menyingkap Rahasia Rumah Aneh
-
Teka-teki untuk Anak Kepo: Pohon Tua, Tengkorak, dan Permainan Aneh
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok