Suara.com - Terdakwa Kasus Pembunuhan Angelina Suroti(Ade Sara), Imam Al Hafitd meminta maaf sambil menangis kepada kedua orang tua Ade Sara dan juga kepada kedua orang tuanya di persidangan.
Hal itu disampaikannya saat dirinya diberi kesempatan oleh Majelis Hakim Ketua, Absoroh, untuk menyampaikan pledoi atau pembelaan secara lisan.
"Saya ingin minta maaf kepada keluarga Ade Sara dan saya berterima kasih kepada mereka karena telah memaafkan saya. Saya juga ingin meminta maaf kepada kedua orang tua saya, saya selalu dididik untuk jadi orang yang baik oleh orang tua saya, tapi mungkin karena pergaulan saya yang mebuat saya seperti ini," kata Hafitd sambil menangis di depan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2014).
Menurut pengakuannya dia sama sekali tidak pernah berkeinginan untuk memutuskan tali keturunan dari keluarga Suroto.
Namun dengan tuntutan seumur hidup yang dijatuhkan kepadanya, membuat dirinya tidak bisa melanjutkan kuliah dan mengejar cita-citanya.
Dia pun meminta kepada Majelis hakim agar memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri lagi dan juga melanjutkan cita- cita yang diinginkan mantan kekasihnya, Ade Sara .
"Saya sama sekali tidak menginginkan untuk memutuskan tali keturunan keluarga Ade Sara, sama sekali tidak berniat yang mulia. Saya mohon beri saya kesempatan untuk berbuat lebih baik lagi, untuk kuliah lagi. Saya ingin melanjutkan cita-cita yang diinginkan Ade pada saya," katanya sambil mengusap air matanya karena menangis.
Imam Al Hafitd bersama kekasihnya Assyifa Ramadhani terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap mantan kekasih Hafitd, Ade Sara dengan cara menganiaya.
Hafitd dan Assyifa dituntut seumur hidup oleh Jaksa penuntut umum pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa(4/11/2014) lalu.
Mereka dinilai telah melakukan pembunuhan secara berencana yang meyebabkan putusnya tali keturunan dari keluarga Ade Sara Suroto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat