Suara.com - Presiden RI Joko Widodo meninjau pembangunan sekat lahan gambut sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Tohor, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Kamis (24/11/2014).
"Upaya membuat kanal ini merupakan usaha masyarakat yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah karena dengan membuat kanal ini gambut sepanjang tahun akan basah terus," kata Presiden di Desa Sungai Tohor.
Menurut Presiden, jika gambut selalu basah maka lahan tidak akan mudah dibakar dan terbakar.
Presiden menegaskan pencegahan kebakaran hutan menggunakan sekat lahan gambut yang memanfaatkan bahan kayu atau pelepah sagu bisa dipermanenkan dengan beton.
"Benar (bisa diaplikasikan) ide-ide masyarakat seperti ini. Tapi ini lebih baik dipermanenkan," ujar Presiden.
Pada kunjungan itu, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Widodo serta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya.
Sebelumnya Presiden berencana melakukan peninjauan pada Rabu, namun karena cuaca buruk di langit Kabupaten Siak, maka tim kepresidenan memutuskan untuk menunda kunjungan. (Antara)
Berita Terkait
-
Kunjungan Prabowo dan PM India Narendra Modi, Operasional Candi Prambanan Disesuaikan
-
Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral
-
Momen Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman di Istana Merdeka
-
Bandingkan Kunjungan Presiden di Jember, Ucapan Dewi Perssik Soal Bencana Aceh Tuai Kritik Pedas!
-
Disentil Prabowo Gegara Siswa Turun ke Jalan, Pemkab Bantul Beri Penjelasan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan