Suara.com - Sekitar pukul 08.30 WIB, di Posko Crisis Center Terminal II Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, dilakukan pertemuan tertutup antara pihak berwenang dengan keluarga penumpang. Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, pertemuan ini masih dilakukan.
Perwakilan dari AirAsia, Basarnas, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pihak Bandara (Angkasa Pura) dan pihak terkait lainnya, turut hadir dalam pertemuan itu. Mereka melakukan pertemuan tertutup dengan keluarga penumpang AirAsia QZ8501 jurusan Surabaya-Singapura yang hilang kontak kemarin.
Sejauh ini, belum diketahui isi pertemuan tersebut. Namun dari pemandangan suasana pertemuan, para keluarga penumpang tampak serius mendengarkan pemaparan dari pihak Basarnas dan lain-lain.
Sementara itu, penjagaan di posko tersebut hari ini diperketat. Setiap orang yang masuk ditanyakan keperluannya terlebih dahulu. Bahkan, beberapa anggota Polisi Militer Angkatan Laut dan Polisi Militer Angkatan Udara bersiaga di pintu masuk posko.
Para personel militer itu pun mengimbau kepada para wartawan untuk tidak masuk ke dalam posko dan mewawancarai keluarga penumpang.
General Manager (GM) Bandara Juanda, Trikora Harjo, mengatakan bahwa hal itu dilakukan guna menjaga kondisi psikis dari keluarga korban.
"Yang pertama, untuk menghindari adanya kesalahan pendataan dan menjaga perasaan keluarga penumpang," kata Trikora, di Posko Crisis Center Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/12/2014).
Sementara itu, untuk jumlah laporan yang sudah masuk di database posko tersebut, Trikora mengaku tidak tahu persis. Yang jelas menurutnya, sudah cukup banyak laporan yang diterima pihaknya.
"Untuk jumlah, kita belum tahu pastinya. Yang jelas, sudah banyak laporannya yang masuk ke kami," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
-
Ulasan Gadis Minimarket: Ketika Menjadi Berbeda Bukan Berarti Salah
-
5.000 Data Warga Palu Digunakan untuk Main Judi Online
-
Fitur Darurat yang Jadi 'Biang Kerok' Salah Paham Pengguna Jalan, Sisi Gelap Penggunaan Hazard Motor
-
Mesin Meledak di Sprint Race GP Aragon, Fabio Quartararo: Saya Sudah Tahu
-
Harga Emas Antam Stagnan, Masih Dibanderol Rp2.670.000/Gram
-
Apa Boleh Menggoreng di Rice Cooker? Pahami Dulu Risikonya
-
IHSG Sepekan Anjlok, Rp18 Triliun Raib dari Bursa Saham
-
Perempuan dan Beauty Fatigue: Saat Tren Kecantikan Mulai Terasa Melelahkan
-
Status Bencana Tak Ditentukan karena Desakan Publik, Harus Ada Data Lapangan