Suara.com - Seorang pakar penerbangan melontarkan pandangannya terkait tragedi pesawat Germanwings 9525 yang terjadi pada tanggal 24 Maret silam. Sang pakar menduga, Andreas Lubitz, kopilot pesawat yang dituding sengaja menabrakkan pesawatnya, bukanlah orang yang bertanggungjawab.
Matt Andersson, direktur Indigo Aerospace, kepada Financial Times mengatakan bahwa ada kemungkinan pesawat diretas sebelum menabrak gunung.
"Itu bisa saja terjadi karena beberapa kasus, termasuk peretasan elektronik dari luar ke sistem kendali dan navigasi pesawat melalui malware atau electromagnetic interceptori," kata Matt.
"Ini salah satu alasan mengapa pesawat militer dan kepala negara pada umumnya dipasangi dengan tameng dan alat perlindungan tambahan, sedangkan pesawat sipil tidak," lanjutnya.
"Publik harus menanti penyelidikan dengan sabar keselamatan udara berlapis, namun di saat yang sama harus mempertahankan independensi pemeriksaan berdasarkan hipotesis awal," ujarnya.
Penyelidikan kecelakaan dikritik lantaran langsung menuding siapa pihak yang bertanggung jawab sebelum penyelidikan usai. (Metro)
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung