Suara.com - Sedikitnya 37 penonton konser bertema Drugs Free Asia Africa yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2015), sore, pingsan. Mereka pun dirawat di posko kesehatan yang sudah disediakan panitia.
"Kebanyakan berdesakan-desakan dan karena belum sarapan," kata Jefry, petugas kesehatan dari Puskesmas Sawah Besar yang menjaga posko kesehatan.
Konser yang pengisi acara utamanya adalah grup band Slank ditonton oleh ribuan ribuan slankers (grupis band Slank). Mereka membawa atribut dari daerah masing-masing.
Ketika konser tadi berlangsung, sempat terjadi keributan, tapi tidak sampai memakan korban jiwa. Keributan tak sampai membesar karena berhasil ditenangkan oleh Slank dari panggung.
Setelah semua musisi tampil, konser ditutup pukul 17.15 WIB.
Imbas dari acara ini, sebagian taman di destinasi wisata andalan Indonesia ini rusak. Tak hanya itu, sampah berserakan di berbagai tempat.
Dampak dari penonton yang membubarkan diri dari acara konser, jalanan di sekitar dipenuhi massa.
Konser Drugs Free Asia Africa diisi oleh kelompok-kelompok band Tanah Air. Ada Sandhy Sandoro, Ari Lasso, Endangk Soekamti, Shagy Dog, Steven Jam. Pengisi acara utama ialah grup band Slank.
Konser ini digagas oleh Kementerian Sosial untuk mengajak generasi muda menjauhi narkoba. Acara ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Konferensi Asia Afrika ke 60.
Dalam konser juga diputar video testimoni para mantan pemakai narkoba untuk mengajak pengunjung agar menjauhi obat-obatan terlarang. Konser berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tadi.
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas