Suara.com - Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Umum Masyakarat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Rachmat Gobel optimis Energi Baru Terbarukan (EBT) berkembang 23 persen di tahun 2015. Sekarang perkembangan EBT belum maksimal.
Rachmat Gobel menjelaskan saat ini pemerintah terus mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan EBT. Sebab energi fosil yang menjadi andalan masyarakat saat ini kian menipis.
“Saya rasa kita harus tetap optimis. Pasalnya, Indonesia memiliki banyak sekali sumber EBT yang melimpah dan ini harus dimanfaatkan secara maksimal selama beberapa tahun ke depan. Sekarang tinggal pengurus Meti yang akan datang untuk lebih agresif dan optimis,” kata Rachmat saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Meti ke VI di Jakarta, Kamis (28/5/2015).
Terlebih, Presiden Joko Widodo mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan penggunaan EBT ini. Sebab penggunaan EBT sering menjadi pembahasan dalam Rapat Kabinet di Istana Negara.
"Saya yakin pemerintah Jokowi dapat merealisasikannya karena hal ini sering dibahas pada rapat-rapat kabinet," tegasnya.
Oleh sebab itu, agar pengembangan EBT ini segera direalisasikan, ia menghimbau kepada seluruh pemangku kebijakan untuk lebih agresif menggarap proyek infrastruktur EBT ini. Salah satunya melalui program pembangkit listrik 35.000 MW.
“Kita harus saling kerjasama. Presiden selalu mengingatkan sudah saatnya untuk membuang jauh-jauh keegoisan sektoral antar kementerian agar masyarakat dapat menikmatia EBT ini dan Indonesia mampu mewujudkan ketahanan energi nasional. Kalau ada apa-apa yang bisa diputuskan, ini harus menjadi sesuatu yang harus kita manfaatkan dalam mengatasi apa saja yang bisa menjadi hambatan saat ini,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama
-
Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Komitmen Mengutamakan Kualitas Hidup Penduduk
-
Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi
-
KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari
-
Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar
-
Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat
-
Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim
-
Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam
-
Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik