Suara.com - Menjelang batas waktu yang ditetapkan, Kamis (9/7/2015) tengah malam, Yunani akhirnya mengajukan proposal reformasi baru kepada Eurogroup.
"Proposal reformasi baru Yunani yang diterima oleh Presiden Eurogroup Jeroen Dijsselbloem, penting bagi lembaga-lembaga untuk mempertimbangkan ini dalam penilaian mereka," ujar Michel Reijns, juru bicara presiden Eurogroup, Dijsselbloem melalui tweeter-nya.
Langkah Athena ini dipandang sebagai langkah maju yang positif untuk kesepakatan dana talangan (bailout) akhir.
Sebelumnya, pertemuan puncak darurat euro Selasa (7/7/2015) telah memberi batas waktu hingga Kamis tengah malam bagi Yunani untuk mengajukan "proposal rinci untuk agenda reformasi yang komprehensif dan spesifik."
Lembaga-lembaga Uni Eropa (EU) diharapkan untuk menilai proposal dan menyajikannya kepada Eurogroup. Para menteri keuangan Grup akan bertemu di Brussel pada Sabtu (11/7/2015) untuk membahas rencana Yunani dan kemudian akhirnya 28 pemimpin anggota Uni Eropa akan berkumpul untuk pertemuan puncak akhir pada Minggu (12/7/2015).
Para pemimpin Uni Eropa telah menetapkan Minggu sebagai batas waktu lainnya untuk pembicaraan utang Yunani yang selama sebulan menemui jalan buntu dan memperingatkan bahwa Yunani mungkin harus keluar dari zona euro, jika pihak-pihak terkait gagal mencapai kesepakatan.
Yunani telah mengajukan permintaan resmi kepada Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM), Rabu, meminta pinjaman tiga tahun dari dana talangan, yang bertujuan untuk menghindari kemungkinan gagal bayar (default) Yunani dan "Grexit." Pada pagi hari, pemerintah Yunani dilaporkan mengajukan proposal baru ke parlemen nasional, mencari persetujuan anggota parlemen pada Jumat (10/7/2015). (Antara)
Tag
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!