Suara.com - Ketua DPR Setya Novanto mengungkapkan rasa prihatinnya atas penetapan Otto Cornelis Kaligis menjadi tersangka kasus dugaan suap terhadap tiga hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Sumatera Utara.
Politisi Partai Golkar ini berharap keluarga Kaligis bisa tabah menghadapi persoalan hukum yang menjerat pengacara senior itu. Politisi Golkar ini mengaku telah bersahabat dengan Kaligis selama 22 tahun.
"Saya sangat prihatin pada Pak OC Kaligis, yang pengacara yang sangat senior, yang sangat handal, yang sangat profesinal, dengan ditahannya dia tadi malam, tentu saya mengharapkan dia tabah dan bisa selesai perosoalan-persoalan ini dengan semuanya tidak terjadi masalah, karena semua ini kan ada asas praduga tak bersalah," kata Setya di DPR, Jakarta, Rabu (15/7/2015).
"Dan, mudah-mudahan keluarga yang dapat musibah ini, karena saya kenal Pak OC 22 tahun, saya harap keluarga tabah," sambungnya.
Setya yang namanya sempat disebut-sebut dengan kasus Bank Bali ini menambahkan, apa yang dituduhkan kepada Kaligis oleh KPK, tentu sudah didasari bukti hukum yang kuat. Karenanya, dia memberikan apresiasi dan mendukung KPK dalam menegakkan hukum.
"Tentu kita melihat, akhir-akhir ini di bawah Plt Pak Taufiq, Johan, Seno dan timnya, terus memberikan sumbangsih besar pada masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewibawaan untuk terus kerja keras memberantas korupsi, tak lelah mencegah korupsi, dan terus lakukan sosialisasi di daerah-daerah," ujarnya.
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT