Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menolak kalau kinerja DPR dinilai belum maksimal, terutama terkait tugas sebagai badan legislasi.
Dia mengingatkan usia DPR periode 2014-2019 baru setahun sehingga legislasi yang dibuat DPR baru sedikit.
Dia mengatakan era sekarang, kinerja parlemen jangan dihitung dari jumlah legislasi yang dilegalkan.
"Kalau misalnya menilai legislasi dari angka, itu bisa salah, di seluruh dunia, misalnya target legislasi di India, misalnya 100 persen itu hanya 20 persen yang tercapai, karena DPR itu bukan pabrik undang-undang," kata Fadli di DPR, Kamis (1/10/2015).
Fadli mengatakan rancangan UU yang diproses badan legislasi tidak semua berjalan lancar karena bisa ditolak atau diterima.
"UU itu, walaupun diusulkan, bisa diterima bisa ditolak, namanya politik," ujar anggota Fraksi Gerindra.
Dia mengatakan di sejumlah negara, terutama di negara maju, parlemen atau lembaga legislasi tidak lagi membahas undang-undang.
"Kan ada negara tertentu yang sudah tidak membahas lagi UU, karena merasa negara itu sudah cukup UU-nya, nah artinya, tidak akan ada kiamat tanpa undang-undang itu, negara akan berjalan, jadi kalau kita ini negara baru, kita ini jadi pabrik UU, kita ini bukan negara baru, jadi akhirnya banyak UU itu revisi-revisi saja menyesuaikan dengan zaman," tuturnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI
-
Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan