Suara.com - Komisi III DPR RI melakukan voting untuk memilih lima dari 10 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk dijadikan pimpinan KPK, Kamis (17/12/2015).
Voting yang dipimpin Ketua Komisi III DPR RI, Aziz Syamsuddin, dilakukan secara terbuka dengan memasukkan kertas suara pada kotak yang telah disediakan oleh Sekretariat Komisi III DPR.
Adapun 10 calon pimpinan KPK yang menjalani uji kepatutan dan kelayakan sejak Senin (14/12) hingga Rabu (16/12) adalah Saut Situmorang (Staf Ahli Kepala BIN), Surya Tjandra (Dosen FH Unika Atma Jaya), Alexander Marwata (Hakim Ad Hoc Tipikor PN Jakarta Pusat), Basaria Panjaitan (Polri), Agus Rahardjo (Kepala Lembaga Kebijakan Barang/Jasa Pemerintah).
Kemudian Sujanarko (Direktur Direktorat Pembinaan Jaringan Kerjasama Antar Komisi dan Instansi KPK), Johan Budi Sapto Pribowo (Plt Pimpinan KPK), dan Laode Muhamad Syarif (Rektor FH Universitas Hasanudin).
Dua capim KPK yang juga mengikuti pembuatan makalah yakni Busyro Muqqodas dan Robby Arya Batra. Namun, keduanya sudah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan pada 3 Desember 2014 dan 4 Desember 2014.
Di sela-sela voting, terjadi gurauan sesama anggota Komisi III DPR. Misalnya, saat Wenny Warou memasukkan surat suara, anggota Komisi III DPR RI dari Partai Demokrat, Ruhut Sitompul bercoleteh.
"Eng ing eng, pengganti Fadli Zon," kata Ruhut.
Mendengar suara Ruhut, anggota Komisi III DPR RI lainnya ikut tertawa.
"Eng ing eng, inilah pengganti Fahri Hamzah," kata Ruhut saat Nasir Djamil memasukkan surat suara.
"Kata Novanto, aku boleh lengser, tapi penggantiku Aziz Syamsuddin," kata Ruhut saat Aziz memasukkan surat suara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara