Suara.com - Usai pelantikan di Istana, Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar acara serah terima jabatan pimpinan KPK, Senin (21/12/2015).
Pimpinan KPK periode 2011-2015 yang diwakili Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja menyerahkan tanggungjawab kepada lima pimpinan KPK periode 2015-2019, Agus Rahardjo, Saut Situmorang, Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, dan Laode M. Syarif.
Selanjutnya kelima pimpinan baru melakukan penandatanganan pakta integritas.
Mantan pimpinan KPK Johan Budi SP mengucapkan terimakasih dan menyambut pimpinan KPK yang baru.
"Kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang di dunia yang penuh hiruk pikuk, yang selalu ramai," ujar Johan dalam sambutan di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.
Johan mengatakan pimpinan periode 2011-2015 telah menjalankan tugas, seperti optimalisasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, kajian-kajian direktorat litbang untuk pencegahan dan optimalisasi anggaran.
Selain itu, Johan berharap kepada pimpinan baru untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat. Ia juga berpesan pegawai KPK selalu mendukung mereka.
"Besar harapan kami pada pimpinan yang baru. Kita berharap KPK semakin maju, semakin dipercaya oleh publik. Kami berpesan kepada pegawai KPK untuk senantiasa mendukung pimpinan yang baru," katanya.
Sementara itu, Ketua KPK periode 2015-2019 Agus Rahardjo mengatakan merupakan beban dirinya dipilih menjadi ketua KPK dan harus mampu menjaga lembaga.
"Terima kasih kepada pimpinan lama, juga pegawai KPK lainnya. Ini beban kami supaya bisa jaga marwahnya KPK," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan