Suara.com - Masyarakat Jakarta yang akan menghabiskan malam tahun baru di tempat wisata seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah dan Monumen Nasional tak perlu khawatir menggunakan transportasi umum. Pasalnya, PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) beroperasi selama 24 jam di jalur-jalur tersebut.
"Kita menjalankannya seperti hari biasa, kita ubah alokasinya itu. Kita pasti jalan 24 jam sampai pagi karena acaranya akan terpusat di terutama tiga tempat," ujar Direktur Utama PT Transjakarta, Antonius Kosasih di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/12/2015).
Untuk mengurangi kekosongan bus dan penumpukan penumpang, bus-bus Transjakarta yang biasanya beroprasi di luar rute Ancol, TMII dan Monas nantinya akan diperbantukan di tiga lokasi pusat perayaan tahun baru.
"Karena koridor lain sepi pada malam tahun baru itu. Busnya kita pindah ke tiga titik itu, koridor 1 (Blok M - Kota), koridor 5 (Ancol -Kampung Melayu), koridor 7 (Kampung Rambutan - Kampung Melayu), sama koridor 9 (Pinang Ranti - Pluit), itu betul-betul kita jalankan 24 jam kita akan jemput semua penumpang," jelas Kosasih.
PT Transjakarta nantinya juga tetap akan mengoperasikan armadanya di Car Free Night (CFN) yang di gelar di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.
"Kami diminta untuk tetap jalan oleh kepolisian, tetapi akan kami lihat. Kalau penuh sekali (pengunjung di CFN) nggak masuk bus, akan kita buat perpendekkan rute Kota - Harmoni, Blok M -Semanggi atau Blok M - Bundaran HI, itupun kalau masih bisa," katanya
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?