Suara.com - Presiden Suriah Bashar al-Assad, pada Sabtu (20/2/2016) mengatakan, dirinya siap melakukan gencatan senjata dalam perang saudara di Suriah, dengan sejumlah syarat. Ia meminta kubu pemberontak, yang ia sebut sebagai "teroris" tidak memanfaatkan gencatan senjata untuk keuntungan mereka sendiri.
Assad juga meminta negara-negara yang membekingi pemberontak untuk menghentikan pula bantuan mereka.
"Kami telah mengatakan bahwa kami siap menghentikan operasi militer, namun hal ini berhubungan pula dengan faktor-faktor lain yang lebih penting... seperti mencegah para teroris memanfaatkan gencatan senjata untuk memperkuat posisi mereka," kata Presiden Assad seperti dikutip oleh media online kepresidenan Suriah.
Assad mengatakan, gencatan senjata tersebut juga harus bisa memastikan agar negara-negara lain, khususnya Turki, tidak mengirimkan pasukan atau senjata atau bantuan logistik apapun masuk ke Suriah.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry, mendesak agar gencatan senjata segera terwujud di Suriah. Hal tersebut disampaikan Kerry dalam pembicaraan per telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.
"Menlu menyatakan harapan agar gencatan senjata total dapat tercapai dalam waktu dekat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, John Kirby. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Viral Spanduk 'TNI Pembunuh' di JPO Jakarta, Satpol PP: Hanya Konten, Langsung Dibongkar
-
Warga Aceh Dikeroyok di Markas Polda Metro, Mualem Berang: Polisi Harus Lindungi, Bukan Membiarkan!
-
Warteg di Manggarai Hangus Terbakar Usai Ledakan Gas, Kerugian Capai Rp230 Juta
-
Status Tahanan Rumah Eks Menag Yaqut Bikin Geger, Dewas KPK Turun Tangan
-
Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!
-
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala
-
RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh