Suara.com - Presiden Iran Hassan Rouhani dan sekutunya memenangkan 15 dari 16 kursi di Majles-e Khobregan atau Dewan Ahli untuk daerah pemilihan Teheran. Kemenangan kubu Rouhani memaksa dua anggota Dewan Ahli dari kubu konservatif lengser dari kursinya.
Hasil yang dirilis oleh kantor berita resmi Iran IRNA hari Senin (29/2/2016) menunjukkan berkurangnya dominasi kubu konservatif di badan majelis beranggotakan 88 orang tersebut. Sebagai informasi, Dewan Ahli adalah badan yang bertugas memilih Pemimpin Agung Iran.
Dua pemilihan yang digelar pada Jumat (26/2/2016), yakni pemilihan anggota Dewan Ahli sekaligus pemilu Parlemen, adalah yang pertama sejak Rouhani menandatangani kesepakatan soal nuklir dengan negara-negara dunia. Sebagai ganti dari kesediaan Iran menyepakati perjanjian nuklir, negara-negara Barat mencabut sejumlah sanksi ekonomi atas Iran.
Hasil polling dari dua pemilu tersebut dipandang para pengamat sebagai titik balik bagi Iran. Meningkatnya dukungan bagi pemerintahan Rouhani merupakan bukti kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan luar negeri Rouhani.
Wakil-wakil rakyat dari kubu Rouhani pun diprediksi akan merebut 30 kursi yang tersedia bagi daerah pemilihan Teheran. Namun, suara yang diperoleh kubu Rouhani di luar ibu kota masih terbatas, di mana kubu konservatif masih punya pengaruh yang lebih kuat, baik dalam Dewan Ahli dan Parlemen.
Dua tokoh di Dewan Ahli dari kubu konservatif, Mohammad Yazdi dan Mohammad Taghi Mesbah-Yazdi, kehilangan kursinya. Taghi sendiri diketahui sebagai guru spiritual bagi mantan presiden konservatif Iran, Mahmoud Ahmadinejad.
Satu-satunya tokoh dari kubu konservatif asal Iran yang masih bertahan adalah Ahmad Jannati. Jannati juga merupakan ketua Dewan Garda Konstitusi, sebuah badan pemilihan ulama yang menentukan apakah seorang kandidat layak ikut pemilihan anggota Dewan Ahli, Parlemen, dan Presiden. (Reuters)
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Pengerahan Siswa untuk Dukung MBG Dinilai Keliru, Bisa Jadi Bumerang bagi Pemerintah
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem
-
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana
-
Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran
-
Dasco Soal Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo: Bukan Lemahkan KSPI, Justru Tambah Keras ke Pemerintah
-
Buntut Konflik dengan Ruben Onsu, Sarwendah Datangi Komnas Perempuan dan Buka Suara
-
PSI Lempar Isu Prabowo-Gibran 2 Periode, PDIP Beri Sindiran Pedas: Emang Pak Prabowo Mau?
-
Ini Biadab! Kutuk Penyekapan Perempuan di Bandung, DPR Bakal Panggil Menteri PPPA ke Senayan
-
30 Kali Wajib Lapor Jadi Kunci Roy Suryo dan dr Tifa Lolos dari Sel Tahanan Jaksa!
-
Nadiem Makarim Akui Tak Yakin dengan Chromebook saat Meeting dengan Google