Suara.com - Atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie takluk dari pemain unggulan pertama Tiongkok Chen Long pada laga semifinal turnamen Malaysia Terbuka 2016 yang digelar di Stadion Malawati Shah Alam, Malaysia, Sabtu.
Jonatan, seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia yang dipantau Antara di Makassar, Sabtu, kalah dari Chen Long 21-8, 19-21, 14-21.
"Saya bangga karena capaian ini lebih dari target yang ditetapkan untuk saya. Tapi, saya menyayangkan permainan tadi karena saya semestinya bisa ke final," ujar Jonatan selepas pertandingan.
Permainan atlet asal klub Tangkas Jakarta itu pada game pertama sangat mengesankan karena mampu menekan Chen 2-0, 17-2, 18-3, hingga 21-8.
Jonatan mengaku Chen belum fokus pada permainan pada game pertama sehingga strategi pemain muda Merah-Putih itu berhasil diterapkan.
"Dia tampak gugup karena berkali-kali justru mati sendiri. Tapi pada game kedua, dia lebih siap dan menerapkan gaya permainannya," ujar atlet pelatnas PBSI itu.
Pada game kedua, Jonatan telah membuktikan kemampuannya dengan mencuri poin 8-4, 10-5, 12-8, hingga 19-16. Tapi, keunggulan Jonatan itu tidak bertahan lama setelah Chen dapat menyamakan skor 19-19 dan menutup game kedua 21-19.
Jonatan dan Chen Long bersaing ketat pada awal game ketiga. Atlet Indonesia itu unggul tipis 6-5 sebelum lawan yang merupakan pemain nomor satu dunia itu kembali dengan permainannya. Chen Long semakin meninggalkan Jonatan 11-7, 17-10 hingga akhirnya menang 21-14.
Malaysia Terbuka 2016 yang merupakan turnamen tingkat superseries premier itu menjadi ajang pembuktian Jonatan sebagai pemain muda karena mampu mencapai putaran semifinal.
Pada dua kali turnamen tingkat superseries premier yaitu Indonesia Terbuka 2015 dan All England 2016, Jonatan mampu mencapai putaran perempat final dan babak pertama. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla
-
Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia
-
Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi
-
Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam
-
Desa Adat Sade Dilalap Api, Bantuan Rp200 Juta Datang Saat Warga Mengais Puing
-
Gandeng Menteri PKP, Bupati Rudy Susmanto Akselerasi Pengentasan Pemukiman Kumuh di Bogor
-
Tanpa Sertifikasi, Ali Tatto Sulam Sebut Pesolek Talenta Lokal Susah Tembus Pasar Global
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim