Suara.com - Kemenangan kembali diraih pebalap Repsol Honda, Marc Marquez. Berlaga di sirkuit Sachsenring, Jerman, pebalap asal Spanyol mengambil keputusan cepat yang membuatnya bisa finis terdepan.
Dalam balapan itu, Marquez memutuskan untuk mengganti ban di lap 17. Di mana keputusan tersebut ternyata sangat tepat.
"Hari ini adalah balapan gila lainnya," tukas Marquez usai balapan.
"Jujur saja, saya salah memilih ban depan. Saya yakin melaju dengan jenis ban 'soft', tapi kemudian saya melihat Valentino (Rossi), Jorge (Lorenzo) dan Dani (Pedrosa) mengganti menggunakan ban ekstra "Soft". Jadi saya mengubahnya di detik-detik terakhir," jelasnya.
"Saya keluar dari jalur. Pengendalian traksi menghentikan saya. Tapi saya menggeber motor dan kembali ke lintasan. Saya berpikir mengganti motor, tapi saya putuskan menunggu beberapa lap lagi," sambungnya.
Kemenangan ini mengukuhkan Marquez di puncak klasemen sementara, dengan keunggulan 48 poin setelah rival utamanya Jorge Lorenzo dari Yamaha finish di posisi 15. Kemenangan tersebut juga merupakan kemenangan ketujuh Marquez dalam tujuh tahun berturut-turut, di semua kategori balap motor yang dilakoninya. (Crash.net)
Berita Terkait
-
Asapi Lawan di Sprint Race Aragon, Marc Marquez Jaga Asa Juara MotoGP 2026
-
Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez
-
Aragon Menanti Marc Marquez: Mampukah Sang Raja Kembali Berjaya?
-
Jadwal MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Kejar Hattrick, Aprilia Mengintai!
-
Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar