Rumah Sakit Menteng Mitra Afia yang terletak di Jalan Kali Pasir, nomor 9, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Sebagian masyarakat yang ingin berobat kaget begitu mengetahui layanan Rumah Sakit Menteng Mitra Afia yang terletak di Jalan Kali Pasir, nomor 9, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, ditutup pemerintah.
Warga bernama Kartini (50) tak menyangka rumah sakit langganannya ini ditutup.
"Saya kaget, pas ke sini dibilang nggak bisa dilayani, katanya ada pembekuan di RS ini," ujar Kartini kepada Suara.com, Jumat (9/9/2016).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Rumah Sakit Menteng Mitra Afia karena pengelola dia nggak tidak memenuhi persyaratan.
Menurut Kartini selama berobat di rumah sakit tersebut, dia tidak pernah kecewa. Menurut dia pelayanannya memuaskan.
"Pelayanannya cukup bagus, nggak nyangka aja kalau RS itu menyalahi aturan," katanya.
Karena tidak bisa dilayani Rumah Sakit Menteng Mitra Afia, petugas rumah sakit kemudian merekomendasikan kepada Kartini untuk berobat ke RS Cikini
Masyarakat lain yang juga kaget dengan penutupan rumah sakit adalah Andita (52). Hari ini, dia datang untuk meminta hasil laboratorium.
"Kalau untuk pelayanan sudah nggak bisa, tapi karena saya cuma ambil hasil rontgen jadi bisa dilayani," katanya.
Menurut pengamatan Suara.com, meski rumah sakit telah dibekukan, di lingkungan rumah sakit tetap ada aktivitas. Pasien-pasien yang selama ini masih dirawat, dirujuk ke rumah sakit lain, seperti RS Ridwan Rais, RS M. H. Thamrin, dan RS PGI Cikini.
Di salah satu sisi, managemen rumah sakit memasang papan pemberitahuan mengenai penutupan layanan.
"Berdasarkan surat dari Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Ibu Kota Jakarta nomor 3894/-1.779.3 tanggal 05 September 2016. Maka dengan ini kami memohon maaf tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan (Poliklinik) kepada pasien RSU Menteng Mitra Afia.
Sehubungan dengan adanya surat dari Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu nomor 3894/-1.779.3 maka kami beritahukan kepada pasien untuk sementara waktu pelayanan BPJS Kesehatan ditutup sampai informasi selanjutnya.
"Maaf pelayanan RS MMA sementara dialihkan ke RS Ridwan Rais, RS M.H Thamrin dan RS PGI Cikini.
Warga bernama Kartini (50) tak menyangka rumah sakit langganannya ini ditutup.
"Saya kaget, pas ke sini dibilang nggak bisa dilayani, katanya ada pembekuan di RS ini," ujar Kartini kepada Suara.com, Jumat (9/9/2016).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Rumah Sakit Menteng Mitra Afia karena pengelola dia nggak tidak memenuhi persyaratan.
Menurut Kartini selama berobat di rumah sakit tersebut, dia tidak pernah kecewa. Menurut dia pelayanannya memuaskan.
"Pelayanannya cukup bagus, nggak nyangka aja kalau RS itu menyalahi aturan," katanya.
Karena tidak bisa dilayani Rumah Sakit Menteng Mitra Afia, petugas rumah sakit kemudian merekomendasikan kepada Kartini untuk berobat ke RS Cikini
Masyarakat lain yang juga kaget dengan penutupan rumah sakit adalah Andita (52). Hari ini, dia datang untuk meminta hasil laboratorium.
"Kalau untuk pelayanan sudah nggak bisa, tapi karena saya cuma ambil hasil rontgen jadi bisa dilayani," katanya.
Menurut pengamatan Suara.com, meski rumah sakit telah dibekukan, di lingkungan rumah sakit tetap ada aktivitas. Pasien-pasien yang selama ini masih dirawat, dirujuk ke rumah sakit lain, seperti RS Ridwan Rais, RS M. H. Thamrin, dan RS PGI Cikini.
Di salah satu sisi, managemen rumah sakit memasang papan pemberitahuan mengenai penutupan layanan.
"Berdasarkan surat dari Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Ibu Kota Jakarta nomor 3894/-1.779.3 tanggal 05 September 2016. Maka dengan ini kami memohon maaf tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan (Poliklinik) kepada pasien RSU Menteng Mitra Afia.
Sehubungan dengan adanya surat dari Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu nomor 3894/-1.779.3 maka kami beritahukan kepada pasien untuk sementara waktu pelayanan BPJS Kesehatan ditutup sampai informasi selanjutnya.
"Maaf pelayanan RS MMA sementara dialihkan ke RS Ridwan Rais, RS M.H Thamrin dan RS PGI Cikini.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
-
Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar
-
Siapa ANH? Pria yang Ditetapkan Sebagai Tersangka karena Bawa Bom Molotov saat Demo 12 Juni
-
Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik
-
BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks
-
Saran Connie Bakrie ke Prabowo: Suruh Teddy Libur Dulu, Saatnya Dengar Orang-orang Berpengalaman
-
Peringatan Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II
-
DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax