Suara.com - Setelah melakukan pertemuan dengan manajemen Rumah Sakit Menteng Mitra Afia, Jakarta Pusat, enam petugas Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta memeriksa limbah rumah sakit, sanitasi, dan saluran air.
Menurut pengamatan Suara.com, proses pemeriksaan yang dilakukan keenam petugas didampingi oleh perwakilan RS.
Petugas BPLHD bernama Ria tidak mau memberikan penjelasan secara rinci mengenai apa yang dia lakukan hari ini.
"Kmai di sini hanya klarifikasi saja. Maaf, kami di sini hanya petugas mbak," kata Ria usai melakukan pemeriksaan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas BPLHD masih berada di RS.
Pemeriksaan dilakukan setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup RS tersebut karena pengelola dianggap tidak memenuhi sejumlah persyaratan.
Informasi penutupan disampaikan oleh managemen rumah sakit dengan memasang papan pemberitahuan.
"Berdasarkan surat dari Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Ibu Kota Jakarta nomor 3894/-1.779.3 tanggal 05 September 2016. Maka dengan ini kami memohon maaf tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan (Poliklinik) kepada pasien RSU Menteng Mitra Afia.
Sehubungan dengan adanya surat dari Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu nomor 3894/-1.779.3 maka kami beritahukan kepada pasien untuk sementara waktu pelayanan BPJS Kesehatan ditutup sampai informasi selanjutnya.
Maaf pelayanan RS MMA sementara dialihkan ke RS Ridwan Rais, RS M.H Thamrin dan RS PGI Cikini."
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta dinas mengawasi pascapenutupan RS. RS harus dapat memastikan semua tanggungjawabnya, terutama terhadap pasien terpenuhi.
Tag
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat