IHSG Hari Ini saat Wall Street Meroket dan Harga Minyak Amblas

Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:38 WIB
ARSIP-IHSG melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 pada Rabu (3/6/2026). [Antara]
  • Indeks Dow Jones di Wall Street mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Rabu akibat sentimen positif Timur Tengah.
  • Bursa saham Asia mayoritas mengalami lonjakan signifikan yang didorong oleh musim laporan keuangan emiten teknologi yang solid.
  • IHSG ditutup menguat 0,5 persen meskipun diwarnai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp188 miliar kemarin.

Suara.com - Pasar saham global menunjukkan tren yang bervariasi pada penutupan perdagangan Rabu (5/8). Di bursa Wall Street, Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil mencetak rekor tertinggi baru, didorong oleh sentimen positif dari Timur Tengah.

Sebaliknya, indeks padat teknologi Nasdaq justru tertekan oleh aksi jual pada saham-saham raksasa seperti SpaceX dan Advanced Micro Devices (AMD).

Bagaimana prospek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini di tengah sentimen global tersebut? Berikut adalah rangkuman analisis pasar dari BNI Sekuritas.

Wall Street: Dow Jones Cetak Rekor, Nasdaq Terkoreksi

Bursa Amerika Serikat ditutup bervariasi dengan rincian sebagai berikut:

  • Dow Jones naik 0,49% (mencapai rekor tertinggi).
  • S&P 500 turun tipis 0,17%.
  • Nasdaq Composite melemah 0,83%.

Kenaikan Dow Jones ditopang oleh optimisme pasar terhadap kemajuan perundingan perdamaian di Timur Tengah.

Berdasarkan laporan Reuters, usulan kesepakatan antara Iran dan Oman akan memberikan Teheran kewenangan atas kapal-kapal yang melintasi Teluk Persia melalui Selat Hormuz—sebuah langkah yang dinilai sebagai salah satu konsesi terbesar bagi Iran.

Di sisi lain, tekanan pada Nasdaq dipicu oleh rilis laporan keuangan beberapa emiten teknologi:

SpaceX: Sahamnya anjlok 13,6%. Pada laporan keuangan pertamanya sebagai perusahaan publik, perseroan sebenarnya mencatatkan pendapatan yang hampir naik dua kali lipat dan berhasil menyempitkan rugi operasional.

AMD: Sahamnya turun 7%, meskipun prospek pendapatan kuartalannya melampaui ekspektasi berkat tingginya permintaan chip Artificial Intelligence (AI).

Pada emiten lain, saham Amgen melonjak 4,6% (penjualan kuartal kedua naik 9%), Eli Lilly menguat 4,9% (revisi naik proyeksi pendapatan tahunan), dan Disney menguat 3,6% (laba kuartal ketiga melampaui ekspektasi).

Dari sisi makroekonomi, pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS dilaporkan melambat pada bulan Juli, yang menjadi perhatian pasar menjelang rilis data tenaga kerja pemerintah pada Jumat (7/8).

Sementara itu, Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, mengisyaratkan bahwa kini saatnya bank sentral mulai menaikkan suku bunga secara bertahap.

Bursa Asia Menguat, Harga Minyak Melemah

Mengekor rekor Wall Street, bursa saham Asia mayoritas mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan Rabu. Sentimen terhadap saham-saham teknologi membaik menyusul musim laporan keuangan yang solid.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com