Suara.com - Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Maluku Utara (Malut) anggarkan bonus Rp1,5 miliar bagi para atlet daerah itu yang berprestasi meraih medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat.
"Kami telah targetkan untuk meraih medali melalui cabang yang diunggulkan, sehingga atlet yang berprestasi akan diberikan bonus," kata Ketua KONI Malut, Djafar Umar, di Ternate, Rabu.
Menurut dia, peraih medali emas akan diberikan Rp100 juta, perak Rp75 juta, perunggu Rp50 juta.
Para atlet Malut yang dilepas oleh Gubernur Abdul Gani Kasuba pada, Selasa (13/9/2016), ditargetkan memperbaiki peringkat provinsi itu di ajang empat tahunan itu.
"Targetnya naik ke peringkat 25, setelah pada PON empat tahun lalu kita berada di posisi 32," kata Djafar.
Djafar yang juga anggota DPRD Provinsi Malut mengatakan, tim PON Malut telah melakukan persiapan sejak sebulan lalu dengan target mendulang sebanyak mungkin medali emas, perak dan perunggu dari cabang unggulan seperti tinju.
Malut juga mengirim lima petinjunya ke Bangkok, Thailand untuk menjalani latihan negeri gajah putih tersebut. Mereka bahkan melakukan uji tanding dengan sejumlah petinju berkualitas di negara tersebut.
Kontingen Malut pada PON XIX Jawa Barat membawa 49 atlet yang akan bertanding di 15 cabang olah raga, dengan target meraih sedikitnya sembilan medali.
Dari 15 cabor yang diikuti, tinju, taekwondo dan atletik diproyeksikan menyumbang emas, apalagi para atletnya dilatih pelatih nasional dan telah menunjukkan prestasi mulai dari Kejurda hingga Popnas. (Antara)
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
H+5 Lebaran: Arus Balik Cianjur Masih Padat Merayap, Motor Mendominasi Jalur Puncak!
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak
-
Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
-
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
-
Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber
-
Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M
-
Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit