Usai memberi pengarahan di Markas Komando Brimob Polri Kelapa Dua, Presiden Joko Widodo mengunjungi Markas Komando Marinir TNI Angkatan Laut di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2016). [suara.com/Erick Tanjung]
Usai dipanggul dan diarak prajurit Marinir di lapangan Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2016), Presiden Joko Widodo menuliskan pesan moral kepada Marinir di papan berwarna putih.
"Prajurit petarung Korps Marinir selalu dekat dengan rakyat, dicintai rakyat. Pertahankan!!! Jaya di darat dan jaya di laut. Joko Widodo - RI-1," demikian pesan tertulis Jokowi.
"Prajurit petarung Korps Marinir selalu dekat dengan rakyat, dicintai rakyat. Pertahankan!!! Jaya di darat dan jaya di laut. Joko Widodo - RI-1," demikian pesan tertulis Jokowi.
Kunjungan Panglima Tertinggi TNI disambut pasukan TNI AL dari berbagai unsur, seperti Brigade Infanteri, Resimen Artileri, Resimen Kavaleri, Resimen Bantuan Tempur, dan Detasemen Jala Mangkara.
Dalam pengarahan di hadapan prajurit tadi, Kepala Negara meminta prajurit untuk tetap menjalankan tugas dengan baik. Jokowi mengatakan dalam bertugas harus didasari semangat untuk menyatukan kemajemukan.
Presiden mengatakan prajurit Marinir harus menjadi garda paling depan untuk menjaga persatuan negeri.
"Harus menjadi kekuatan perekat kemajemukan dan pantang menyerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," demikian dikatakan Presiden.
Dalam pengarahan di hadapan prajurit tadi, Kepala Negara meminta prajurit untuk tetap menjalankan tugas dengan baik. Jokowi mengatakan dalam bertugas harus didasari semangat untuk menyatukan kemajemukan.
Presiden mengatakan prajurit Marinir harus menjadi garda paling depan untuk menjaga persatuan negeri.
"Harus menjadi kekuatan perekat kemajemukan dan pantang menyerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," demikian dikatakan Presiden.
Komentar
Berita Terkait
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
-
JK Ungkit Jasanya untuk Jokowi, Golkar Beri Respons Menohok!
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal
-
Sambil Dekap Buku Jokowis White Paper, Rismon Mengaku Bisa Tidur Nyenyak usai SP3
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat