Suara.com - Lolos ke babak kedua Cina Open Super Series Premier 2016, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani langsung ditantang pasangan Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen.
Anggia/Ketut sudah tiga kali berhadapan dengan pasangan peringkat tiga dunia yang juga jadi unggulan ketiga pada turnamen yang berhadiah total 700 ribu dolar AS ini.
Di pertemuan pertama, pada Malaysia Open 2015, Anggia/Ketut sukses mengatasi Juhl/Pedersen, dengan kemenangan 21-18 dan 21-9. Namun di dua pertemuan berikutnya, Anggia/Ketut tak berhasil memperoleh hasil yang sama. Mereka kalah di All England 2016 dan India Open 2016.
Kini di laga keempat mereka, Anggia/Ketut mengaku penasaran dengan lawannya tersebut. Mereka berharap bisa tampil lebih baik dan mencuri kemenangan.
"Yang pasti kami ingin tampil lebih baik lagi. Penasaran juga. Kami akan mempelajari lagi permainan lawan. Dulu kami menangnya gimana, terus kalahnya juga gimana. Semoga besok bisa maksimal lagi," kata Ketut dalam surat elektronik yang diterima Suara.com, Rabu (16/11/2016).
"Kami jelas lebih semangat buat besok, dan ingin tampil lebih baik. Kami enggak ingin kalah di awal terus. Makanya kami akan berusaha dan selalu waspada dengan lawan," ujar Anggia.
Sebelumnya, di babak pertama Anggia/Ketut sukses memulangkan wakil Taiwan, Su Yu Chen/Wan Yi Tang. Mereka menang dua game langsung dengan 21-12, 21-12, dalam 22 menit.
"Hari ini kami belum terlalu enak banget mainnya, tapi sudah bisa menguasai lapangan. Untuk lawan hari ini juga belum banyak memberikan perlawanan. Harapannya ya besok bisa main lebih baik," kata Anggia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan
-
Pengamat Sebut Masa Depan Politik Gibran Sangat Bergantung pada Pengaruh Jokowi
-
Pemadaman Listrik Berakhir! PLN Umumkan Pasokan Mulai Stabil
-
Polisi Siagakan 3.761 Personel Gabungan untuk Amankan Aksi di Monas dan Gedung DPR
-
Richard Muljadi Ditangkap Kasus Apa? Cucu Konglomerat Buronan Kejaksaan Terancam 8 Tahun di Bui
-
Aduh! Perdamaian AS - Iran Terancam Beratakan karena Ancaman Donald Trump
-
Jakarta HUT ke-499, Gubernur Soroti Masalah Sampah di Tengah Perayaan di Monas
-
Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia Setelah Jalani Perawatan Intensif