Suara.com - Kepolisian menggeledahan rumah tersangka kasus dugaan makar Firza Husein di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Penggeledahan ini terkait tersebarnya video dalam Youtube yang menunjukan percakapan cabul atau chat sex yang diduga dilakukan pimpinan FPI Rizieq Shihab di WhatsApp.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan percakapan itu lantas dilaporkan oleh Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi. Percakapan itu dinilai berbau porno.
"Iya, mau melakukan pengecekan terkait tindaklanjut adanya laporan terkait dengan pornografi," kata Wahyu di Polda Metro Jaya, Rabu (1/2/2017).
Namun Wahyu belum bisa membeberkan barang bukti apa yang disita di rumah Firza. Sebab, kata dia penggeledahan masih berlangsung.
"Nanti kita sampaikan (hasil penggeledahan)," kata dia.
Secara terpisah, pengacara Firza, Azis Januar membenarkan jika rumah kliennya disambangi puluhan polisi untuk digeledah
"Banyak tadi ada puluhan (polisi)," kata dia
Dia mengaku dihubungi salah satu polisi yang menggeledah rumah Firza. Saat ini, dirinya masih berada di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok untuk mendampingi Firza yang telah ditahan karena dianggap tidak kooperatif.
"Saya lagi di Mako Brimob nih. Menurut keterangan mereka itu dari Krimsus," kata Azis.
Firza Husein merupakan satu dari delapan tokoh yang ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan pemufakatan makar. Mereka diamankan polisi menjelang aksi Jumat (2/12/2016).
Baca Juga: Akhirnya Rizieq Shihab Tanggapi Kasus Chat Sex, Ini Reaksinya
Polisi juga mulai mengusut terkait penyebaran konten berbau pornografi untuk menyebar isu perselingkuhan Rizieq dengan Firza. Sejumlah akun yang menyebarkannya sudah diidentifikasi. Rencananya polisi akan meminta keterangan Rizieq dan Firza Husein sebagai obyek kasus tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam