News / Internasional
Rabu, 01 Februari 2017 | 18:40 WIB
Logo Google. [Shutterstock]

CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengatakan, nenek moyangnya berasal dari Jerman, Austria, dan Polandia. Sementara, orangtua sang istri, Priscilla adalah pengungsi dari Cina dan Vietnam.

"Kita harus tetap membuka pintu untuk para imigran. Karena mereka butuh bantuan," tulis Zuckerberg.

5. Google

Juru bicara Google mengatakan kalau perusahaannya menentang kebijakan Trump.

"Kami khawatir dampak kebijakan ini mempengaruhi pegawai Google dan keluarganya, atau malah mempersulit kami merekrut orang-orang berbakat," ujar juru bicara Google.

6. Instacart

Baca Juga: Gadis Indonesia Terpilih Jadi Salah Satu Penyanyi Terbaik Dunia

CEO Instacart, Apoorva Mehta mengaku sedih dengan kebijakan yang dibuat Trump.

[Baca_Juga]

7. LinkedIn

CEO Linkedln, Jeff Weiner malah menggunakan larangan Trump sebagai kesempatan untuk meningkatkan dan mengembangkan program yang membantu para pengungsi.

8. Netflix

CEO Netflix Reed Hastings mengatakan kebijakan Trump membuat warga Amerika sangat sedih. Kebijakan ini menyebabkan kebencian dan membuat Amerika menjadi tidak aman.

9. Nike

Presiden Nike mengirimkan email berisi kecaman terhadap Trump ke seluruh pegawainya.

Load More