Suara.com - Seorang personel kepolisian menjadi salah satu dari korban tewas dalam serangan di luar gedung parlemen Inggris, menurut laporan BBC, Rabu, dengan mengutip seorang anggota parlemen yang memberikan pertolongan medis.
Polisi tersebut meninggal di tempat, lapor BBC yang dilansir Antara.
Si penyerang menusuk seorang polisi dan kemudian ditembak oleh tim kepolisian di luar gedung parlemen Inggris di London pada Rabu dalam kejadian yang digambarkan kepolisian sebagai "insiden teroris".
Sebelumnya diberitakan jika Gedung Parlemen Inggris mendadak dikunci setelah terdengar suara tembakan, Rabu (22/3/2017). Polisi di tempat kejadian langsung merangsek ke Westminster Bridge.
"Kami dipanggil kira-kira 14:40 setelah dapat laporan ada insiden di Westminster Bridge,” kata salah seorang petugas polisi di lokasi.
Sementara, anggota staf di parlemen yang tidak mau disebutkan namanya menduga ada yang menerang gedung parlemen. Dia melihat seseorang misterius berpakaian gelap di gedung.
Seorang polisi ditusuk. Sementara tembakan berasal dari senjata polisi.
Sementara laporan BBC, ada seseorang yang merekam kejadian itu lewat ponsel pintarnya. Ada 5 orang tergeletak cedera di jembatan Westminster. Diperkirakan terjadi dua insiden yang terjadi pada waktu yang berdekatan.
Tag
Berita Terkait
-
Reaksi Donald Trump Ketika Gedung Parlemen Inggris Diserang
-
Polisi Inggris Siaga Penuh Setelah Penyerangan Gedung Parlemen
-
Gedung Parlemen Inggris Diserang, Ada Tembakan dan Penusukan
-
Curiga Bom, Amerika Larang Laptop dari Timur Tengah Masuk Pesawat
-
Bukan Teroris, Peneror Bandara Paris Terpengaruh Ganja
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China