Suara.com - Aksi kekerasan terhadap perempuan karena tradisi patriarkis kembali terjadi di India. Termutakhir, seorang ibu dipukuli keluarga sang suami gara-gara melahirkan bayi perempuan.
Ibu bernama Meena Kashyap itu, seperti diberitakan The Sun, Senin (17/7/2017), sudah menikah dengan Daljit Singh sejak dua tahun silam.
Setelah dua tahun menanti, keduanya akhirnya bisa bergembira karena Meena dinyatakan hamil. Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi tragedi tatkala Meena bukan melahirkan bayi laki-laki.
Keluarga sang suami yang turut mendambakan bayi lelaki marah, sehingga ramai-ramai memukuli Meena.
Selain tak melahirkan bayi lelaki, keluarga sang suami juga marah karena Meena melapor polisi tentang perkelahian terkait mas kawin pada April 2017.
Meena melaporkan ke polisi perihal uang kawin 700 ribu Ripe atau setara Rp144,5 juta yang diberikan keluarga Daljit.
Aksi pengeroyokan itu terekam video amatir tetangga yang kekinian menjadi viral di media sosial dan menuai kecaman bagi keluarga sang suami.
Dalam video tersebut, Meena tampak meraung-raung kesakitan karena dipukul memakai tangan kosong, kayu, maupun tongkat hoki oleh dua pria yang menjadi kakak ipar serta rekannya.
Baca Juga: Liburan Tragis, Mobil 7 Turis Tangerang Tercebur Danau Batur
Warganet memaksa polisi untuk menangkap dan memenjarakan Daljit berikut keluarganya yang menganiaya Meena.
Setelah didesak, aparat kepolisian di Patiala, Punjab, menangkap dan mendakwa Daljit ke pengadilan. Selain sang suami, polisi juga menangkap saudara Daljit, yakni Kamaljeet dan temannya bernama Gaurav.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat