Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno mengunjungi Pasar 16 Ilir Kota Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (13/11/2018).
Sandiaga menjadi fokus perhatian pedagang dan pengunjung pasar tersebut. Sembari tetap berupaya melayani satu persatu permintaan warga yang ingin berswafoto, Sandiaga juga menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah pedagang tradisional.
Setibanya di los ikan Salai, mantan Wakil Gubernur DKI ini bertanya soal harga kebutuhan pokok yang ada. Herda (40), pedagang, curhat mengenai harga kebutuhan pokok di Palembang.
Herda mengungkapkan, harga kebutuhan pokok kekinian naik. Seperti harga beras yang naik sejak sebulan yang lalu.
"Tadi Pak Sandiaga Uno membeli sekilo ikan salai Rp100.000. Harganya memang segitu dari dulu. Cuma harga lain yang naik, kayak beras," ujar dia.
Herda juga mengeluhkan jumlah pembeli yang menurun, sehingga berimbas pada jumlah omset yang dia terima per hari.
Sandiaga Uno mengakui sering mendapatkan keluhan mengenai kenaikan harga yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Selain bisnis yang melesu dengan berkurangnya konsumen, harga bahan pokok ikut naik.
"Ibu Herda pedagang ikan salai dan beberapa pedagan lain mengeluhkan harga beras yang naik dan pembelinya yang sepi. Jadi itu yang harus jadi perhatian Prabowo – Sandiaga. Untuk Ibu Herda dan perdagang lainnya, pembelinya ramai lagi, dan harganya agar stabil rendah," ujar Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno mengatakan, dirinya dan Prabowo Subianto ingin membangkitkan ekonomi rakyat. Sebagaimana Sumsel yang memiliki banyak potensi sumber daya alam untuk bisa dinikmati masyarakat luas.
Baca Juga: Dubes Saudi: Kalau Habib Rizieq Punya Masalah Pasti Dipenjara
"Kami siap menghadirkan kebijakan yang betul-betul sudah ditunggu lama oleh masyarakat, yaitu yang berpihak pada penciptaan lapangan pekerjaan sehingga ekonomi Indonesia bangkit," pungkasnya.
Kontributor : Andhiko Tungga Alam
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT