Suara.com - Seorang mahasiswa menjual gadis belia lewat Facebook seharga Rp 4 juta untuk sekali hubungan seks. Gadis yang dijual berusia 14 dan 13 tahun lewat prostitusi online.
Mahasiswa yang jual gadis belia lewat prostitusi online itu berinisial RZ berusia 24 tahun. Nantinya calon pembeli prostitusi online berkomunikasi lewat WhatsApp.
"Jadi tersangka mucikari RZ (24) ini menawarkan kedua korban gadis di bawah umur tersebut melalui grup Facebook. Peminat akan meninggalkan pesan di inbox lantas komunikasi akan berlangsung melalui saluran WhatsApp," ujar Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha kepada wartawan, Jumat (8/3/2019).
RZ menawarkan kedua anak gadis tersebut dengan tarif Rp 4 juta untuk satu kali layanan seks prostitusi online. Hanya saja saat ditangkap saat bertransaksi, RZ hanya menjual Rp 3 juta untuk hubungan seks dengan 2 anak.
RZ mengaku memungut bagian Rp 600 ribu dari tiap anak gadis yang dia jajakan. Rz adalah warga Sanankulon, Kota Blitar yang berstatus mahasiswa.
Pihak kepolisian Blitar hingga saat ini masih terus melakukan pengembangan penyelidikan guna mengungkap kemungkinan jaringan prostitusi online yang lebih luas di wilayah Blitar dan sekitarnya.
Kontributor : Agus H
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng
-
Dibatasi 35 Orang, Ada Apa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo di Istana Siang Ini?
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat
-
Jual Beli Jabatan Jerat Bupati Sadewo, KPK Sorot 600 Posisi Perangkat Desa Kosong di Pati
-
Pramono Anung Bakal Babat Habis Bendera Parpol di Flyover: Berlaku Bagi Semua!
-
Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada
-
Viral! Aksi Pria Bawa Anak-Istri Curi Paket Kurir di Kalibata, Kini Diburu Polisi
-
Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!
-
Masalah Kotoran Kucing di Skywalk Kebayoran Lama Mencuat, Gubernur DKI Instruksikan Penertiban
-
Nyawa Melayang karena Rp10 Ribu, Cak Imin Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Jadi 'Cambuk'