-
Abdul El-Sayed memenangi pemilihan internal Partai Demokrat untuk calon senator AS dari Michigan.
-
El-Sayed berhasil mengalahkan politikus moderat Haley Stevens yang disokong gelontoran dana jumbo.
-
Kemenangan El-Sayed membuka peluang lahirnya senator muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat.
Suara.com - Abdul El-Sayed resmi merebut nominasi Senator AS dari Partai Demokrat di Michigan usai menumbangkan kandidat pilihan elite internal partai, Haley Stevens. Kemenangan figur progresif berusia 41 tahun ini mengunci diriny sebagai calon senator muslim pertama di Amerika Serikat.
Hasil pemilu internal pada Rabu (5/8/2026) tersebut menjadi tamparan keras bagi kubu moderat yang menggelontorkan puluhan juta dolar AS demi menghadang laju El-Sayed. Keberhasilan mantan pejabat kesehatan publik ini sekaligus mempertegas dominasi gerakan sayap kiri di wilayah kunci pertempuran Demokrat dan Republik.
Kejutan politik di Michigan ini kian lengkap setelah para pemilih juga meloloskan aktivis iklim William Lawrence serta tokoh Democratic Socialists of America, Donavan McKinney, ke bursa DPR AS. Dikutip dari Bridgemi, fenomena penunjukan deretan figur Pro-Sanders ini menandai pergeseran peta kekuatan politik arus bawah yang kian menjauhi pengaruh struktur lama partai.
Langkah El-Sayed melenggang ke pemilu utama dipastikan mulus setelah Stevens secara resmi menelepon untuk mengakui keunggulan rivalnya pada Rabu pagi. Meski menang dengan selisih tipis, capaian ini menjadi modal krusial untuk berhadapan dengan utusan Partai Republik, Mike Rogers.
Dukungan publik terhadap ideologi progresif El-Sayed teruji kuat lantaran ia konsisten mengusung agenda kesehatan universal bernama Medicare for All. Narasi kampanye yang berfokus pada kesejahteraan dasar warga berhasil memikat basis pemilih akar rumput di tengah gempuran opini lawan.
Pertarungan internal kali ini mencatatkan rekor belanja politik fantastis dengan masuknya dana donor luar negeri maupun donor independen yang melebihi 40 juta dolar AS. Sebagian besar dana jumbo tersebut mengalir dari kelompok lobi pro-Israel AIPAC untuk menyokong Stevens serta melancarkan serangkaian iklan gempuran.
Kendati kubu lawan disokong dana melimpah dan tokoh top seperti Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer, El-Sayed terbukti sanggup mematahkan dominasi kapital tersebut. Mantan birokrat kesehatan ini justru mendulang simpati publik berkat sokongan konsisten dari Senator Bernie Sanders.
Dalam pidato perayaannya, El-Sayed menyentil derasnya arus modal yang berupaya meruntuhkan pergerakannya selama masa kampanye. Ia menegaskan bahwa partisipasi langsung warga jauh lebih ampuh menundukkan keperkasaan uang sponsor.
"Mereka menghabiskan uang dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengalahkan kami," kata El-Sayed dalam konferensi pers pada Rabu, merujuk pada puluhan juta dolar AS yang digelontorkan untuk menentangnya.
Baca Juga: Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi
Menanggapi kekalahannya, Stevens menunjukkan sikap legowo dan langsung menyatakan kesiapan jajarannya untuk memenangkan kubu Demokrat di arena pemilu utama. Eks kepala staf tim penyelamat industri otomotif era Obama ini mengajak seluruh simpatisan merapatkan barisan.
Gelombang dukungan internal kian solid setelah kandidat lain yang sempat mundur dari persaingan, Mallory McMorrow, turut memberikan komitmen serupa. Senator negara bagian tersebut menyerukan pentingnya persatuan partai demi mengamankan kursi Senat dari jangkauan lawan.
Strategi penggalangan suara di akar rumput juga ditentukan oleh tingginya partisipasi komunitas kulit hitam yang mencakup seperlima dari total pemilih Demokrat di Michigan. Kedua kubu sempat bersaing sengit merebut simpati kelompok ini melalui berbagai program penjangkauan di tempat ibadah dan festival kebudayaan.
Sisi menarik dari sosok El-Sayed terletak pada pandangan ekonominya yang mengaku sebagai seorang kapitalis yang mendukung persaingan sehat dan menolak praktik monopoli pasar. Bila berhasil memenangi pertarungan pada November mendatang, ia bakal mengukir sejarah baru sebagai muslim pertama yang menduduki kursi Senat AS.
Posisi Senat dari Michigan dipandang sangat vital karena wilayah Midwest ini tergolong swing state yang dinamis dengan rekam jejak pemenang pemilu presiden yang selalu berubah. Donald Trump sempat menguasai negara bagian ini pada Pilpres 2016 dan 2024, sedangkan Joe Biden berhasil unggul pada edisi 2020.
Kondisi politik Michigan saat ini diwakili oleh dua senator asal Partai Demokrat yang masa jabatannya sangat menentukan peta kekuatan nasional. Mempertahankan kursi tersebut menjadi agenda hidup-mati bagi Demokrat guna mengamankan mayoritas parlemen sekaligus memuluskan jalan menuju Pilpres 2028.
Sementara itu, Mike Rogers yang menjadi lawan El-Sayed merupakan politikus senior Partai Republik yang pernah menjabat sebagai anggota DPR AS. Rogers sebelumnya sempat bertarung memperebutkan posisi Senat pada edisi 2024, namun langkahnya terhenti usai dikalahkan oleh Senator Elissa Slotkin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Prabowo Minta TNI Beri Sesuatu yang Spesial untuk Masyarakat di Bulan Kemerdekaan
-
Amerika Serikat Bakal Punya Senator Muslim Pertama, Siapa?
-
Krisis Empati Nakes pada Pasien BPJS: Akibat 'Burnout' atau Bobroknya Sistem Kesehatan?
-
Pindah Agensi Baru, The Boyz Siap Lanjutkan Aktivitas Grup dengan 9 Member
-
FIFA ASEAN Cup 2026: Hadiah Rp15 M Menanti, Timnas Indonesia Siap Turunkan Skuat Terbaik
-
IHSG Berakhir Terkoreksi Tapi Masih di Level 6.300, DSSA Melesat Lagi
-
Disorot Dedi Mulyadi, Ini 7 Efek Mengerikan Tramadol yang Bisa Mengancam Nyawa
-
Pengering Higienis Panasonic CARE+ Edition Bantu Kurangi Bakteri & Jaga Pakaian Tetap Bersih
-
Sengketa Tanah PN Kota Bogor Memanas, Tergugat Beberkan Bukti Jual Beli 1992-1994
-
Konflik Kepemilikan Merek dengan WORCAS, Inikah Alasan Denza Tak Muncul di GIIAS