Suara.com - Para relawan pendukung Jokowi - Maruf Amin menggelar pertujunjukan kesenian asli Magelang jelang kampanye akbar Jokowi - Maruf Amin. Kampanye yang bertajuk Konser Putih Bersatu itu digelar hari ini, Sabtu (13/4/2019) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Seniman yang menampilkan seni Magelang itu menampilkan pertunjukan Gedruk, Topeng ireng, dan Soreng. Pertunjukan tersebut berupa kesenian tari bercampur musik. Para relawan pendukung Jokowi - Maruf Amin dan Partai Koalisi Indonesia Kerja juga ikut berjoget bersama.
Salah seorang penampil Gedruk, Muldiyono menyebut sengaja menampilkan pertujukan khas Magelang. Ia ingin memperkenalkan kesenian tradisional Magelang ke masyarakat luas.
"Tentu ada maksud lain, selain dukung pak Jokowi kami juga mau memperkenalkan budaya atau kesenian Magelang," ujar Muldiyono di kawasan GBK, Sabtu (13/4/2019).
Pantauan Suara.com, massa pendukung juga banyak yang mengenakan baju kesenian lain selain baju putih. Muldiyono ia dan rekannya menyebut sengaja mengenakan pakaian tebal dan topeng bergigi tajam itu untuk membuktikan bahwa dirinya pendukung setia Capres petahana.
"Ya kami sengaja mengenakan pakaian ini. Supaya orang tahu kalo pendukung pak Jokowi itu dari berbagai daerah," kata Muldiyono.
Jokowi nantinya akan melakukan pidato politik dihadapan pendukungnya di SUGBK. Sementara pasangannya, Maruf Amin akan memimpin doa jelang Pemilu 17 April nanti.
Sebanyak 500 artis, musisi, dan budayawan akan meramaikan pagelaran bertajuk 'Konser Putih Bersatu' di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Ini adalah kampanye terakhir Jokowi - Maruf Amin.
Slank, bersama semua tokoh yang hadir dalam konser itu, juga akan membawakan lagu terbarunya yang berjudul #barengjokowi yang diciptakan khusus untuk capres nomor urut 01.
Baca Juga: Kepanasan, Massa Jokowi - Maruf Amin di GBK Disiram Air Pemadam Kebakaran
Selain Slank, komposer Addie MS juga akan tampil memandu para peserta yang hadir di Konser Putih Bersatu dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di dalam Stadion Gelora Bung Karno.
Berita Terkait
-
Kepanasan, Massa Jokowi - Maruf Amin di GBK Disiram Air Pemadam Kebakaran
-
Pendukung Jokowi - Maruf Teriak Ingin Masuk GBK, Tapi di Dalam Sudah Penuh
-
Pawai Pendukung Jokowi - Maruf dari Bundatan HI ke GBK Digoyang 'Sayur Kol'
-
Aisyah Umar Kaya Mendadak Jual Topi Jokowi di GBK
-
Addie MS Mulai Hibur Pendukung Jokowi - Maruf yang Sesaki GBK
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Mobil Boks di Bekasi Terobos Lampu Merah Hingga Tabrak 5 Motor, Satu Pemotor Tewas
-
Dalih Bobot 170 Kg Bikin Razman Dapat Sel 'Mewah', Hotman Paris Somasi Kalapas Cipinang!
-
Pedas! Guntur Romli Sebut Kepala Kerbau Diinjak Jokowi Simbol Loyalis Terbuai Perilaku Raja
-
1.000 Orang Meninggal karena Panas Ekstrem di Prancis. Kebanyakan Orang Tua di Rumah
-
Naik Pitam! Roy Suryo Semprot Pendukung Jokowi yang Mau Intervensi Sidang Praperadilan
-
Dibalik Mandatori Biodiesel Sawit B50, Potensi Deforestasi Setara 22 Kali Luas Jakarta Mengintai
-
Tragedi Latsarmil Kopdes, Komnas HAM Didesak Investigasi Program Pemerintah Berpotensi Langgar HAM
-
PKB Tak Toleransi: Ancam Sanksi Tegas Anggota DPRD TTU yang Mabuk dan Intimidasi dr Icha!
-
MagangHub Angkatan II Dibuka, Pemerintah Sediakan 150 Ribu Kuota dan Uang Saku hingga Rp 6 Juta
-
Ekonomi Indonesia Bak Timnas di Piala Dunia, Mensesneg: Semua Lini Harus Kompak