Suara.com - Gudang petasan di Asemka kebakaran hingga menyebabkan ada ledakan, Jumat (21/6/2019) siang. Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatkan Jakarta Barat menurunkan sebanyak 27 unit armada untuk memadamkan kebakaran yang melanda gudang kembang api di kawasan Pasar Pagi, Tambora, Jakarta Barat
Petugas mendapat informasi pukul 10.50 WIB dan langsung meluncur ke lokasi kebakaran.
"Saat ini kita menurukan sebanyak 27 unit armada pemadam kebakaran dan penyelamatan untuk memadamkan api yang membakar gudang kembang api ini," kata Kasi Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Rompis Romlih kepada Antara di Jakarta, Jumat.
Proses pemadaman diperkirakan akan berlangsung lama karena banyak material yang mudah terbakar di dalamnya.
"Untuk proses pemadaman bakal lama, ini saja sudah berlangsung kurang lebih satu jam, bisa dua tiga jam lah untuk pemadaman belum pendinginan," ujar Romlih.
Dalam proses pemadaman petugas mengalami beberapa kendala salah satunya banyak asap yang disebabkan dari kembang api yang terbakar.
"Kita mengalami kesulitan karena ini gudang kembang api, semuanya gampang kebakar dan banyak menimbulkan asap," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Kalau korban jiwa sampai saat ini nggak ada, semoga sih nggak ada ya," kata Romlih. (Antara)
Berita Terkait
-
Gudang Petasan di Asemka Kebakaran, Ada Ledakan
-
Pasar Ujungberung Bandung Terbakar, Api Diduga Berasal dari Kios Petasan
-
Marah Ditegur saat Main Petasan, Anak Punk Aniaya Warga Pakai Taring Babi
-
Polisi Sita Belasan Balon Udara dan Petasan di Ponorogo
-
Polisi Bantah Ada Tawuran Petasan saat Lebaran di Harmoni Jakarta Pusat
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat