Suara.com - Ratusan orang di Italia terpaksa mengungsi usai Gunung Stromboli meletus pada Rabu (3/7/2019) waktu setempat. Stromboli merupakan salah satu gunung berapi di Italia.
"Situasi sudah berangsur-angsur normal, meskipun sebagian area pulau di sekitar Ginostra masih diselimuti abu pekat," ujar Wali Kota Marco Giorgianni kepada Kantor Berita Italia ANSA yang dilansir Anadolu.
Dari laporan, bencana gunung meletus itu telah menewaskan seorang pendaki berusia 35 tahun bernama Massimo Imbesi.
Menurut ANSA, sejumlah turis terpaksa menceburkan diri ke laut karena panik.
Saat ini Italia memiliki tiga gunung berapi aktif, di antaranya Gunung Etna di Sisilia dan Stromboli, dan Gunung Vesuvius yang terletak dekat Naples.
Sementara menurut laporan BBC, korban tewas yang merupakan pendaki itu tertimpa batu. Sementara sejumlah orang lainnya mengalami luka.
Angkatan Laut Italia telah dikerahkan untuk kemungkinan evakuasi massal. Sejauh ini 70 orang sudah dievakuasi.
Gunung berapi itu adalah salah satu yang paling aktif di planet Bumi dan telah berada dalam keadaan erupsi rutin sejak 1932.
Baca Juga: Suhu di Bawah Nol Derajat Celsius, Animo Pendaki Gunung Semeru Tetap Tinggi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak