Suara.com - Kisah menarik datang dari seorang netizen di Taiwan setelah sukses membantu sahabatnya yang merupakan korban selingkuh.
Netizen yang dirahasiakan namanya itu diketahui sudah besahabat lama dengan wanita dengan nama samaran Anne. Sayangnya, Anne mengalami kejadian menyedihkan saat belum lama ini.
Anne berpacaran tujuh tahun dengan seorang pria dan telah hidup bersama selama tiga tahun. Namun, kisah cinta keduanya memburuk setelah menjalani hubungan jarak jauh.
Dikutip dari laman World of Buzz, karena menaruh curiga Anne berusaha mengecek ponsel pacarnya saat bertemu.
Tak disangka, pria itu terciduk menggoda gadis lain di internet. Tak lama berselang, ia juga berkencan dengan orang lain di kedai kopi. Tapi saat dikonfirmasi, pria itu menyangkalnya.
Kesedihan yang dialami Anne membuat sahabat tak tega, apalagi setiap malam Anne terus menangis. Untuk itu, ia berusaha untuk memberikan bantuan, diam-diam membuntuti pacar Anne.
“Dia menemuia saya setiap hari untuk melihatnya menangis. Saya tidak bisa melakukan apa pun selain menghiburnya," ungkap wanita itu.
Sayangnya, aksi tersebut dirasa bukan strategi yang efektif. Beruntung mereka punya ide untuk melacak dengan alat kebugaran setelah melihat Anne dan pacarnya menggunakan alat yang sama.
"Melihat Anne dan pacarnya memiliki pelacak kebugaran yang sama-sama terhubung dengan ponsel, saya memutuskan untuk menggunakan ini agar bisa mendapat keuntungan," ungkap sahabat Anne.
Baca Juga: Dibunuh karena Selingkuh, Pacar Liu Li Tan Diringkus saat Buron ke Jakarta
Berkat alat itu, diketahui kalau pacar Anne memiliki waktu tidur yang teratur selama empat hari. Tapi dia akan begadang setelah jam 12 malam.
Memanfaatkan informasi itu, Anne mendatangi rumah wanita selingkuhan. Benar saja, ia menemukan pacarnya berada di sana.
Makin membuat sedih, ternyata perselingkuhan berlangsung sejak tujuh tahun lalu. Setelah kejadian, si tukang selingkuh dan simpananya memutuskan untuk meninggalkan rumah, sedangkan Anne berusaha untuk bangkit setelah putus.
Berita Terkait
-
Cara Memperbesar Tulisan dan Ikon di HP Android untuk Lansia, Biar Lebih Nyaman Dipakai
-
Taiwan Buka Beasiswa Belajar Bahasa Mandarin untuk Lulusan SMA Indonesia, Dapat Uang Saku Bulanan!
-
"Offline Is the New Luxury": Ketika Tidak Memegang Ponsel Adalah Kemewahan Baru
-
Inovasi Kesehatan RI Dobrak Pasar Taiwan, Raup Transaksi Rp34 Miliar!
-
Ancaman 'Micro-Cheating': Saat Perselingkuhan Berlindung di Balik Fitur Privasi Digital
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan