Suara.com - Seorang wanita di China timur ditangkap gara-gara diduga memukuli putrinya yang berusia tujuh tahun hingga tewas.
Diberitakan SCMP, petugas keamanan publik di daerah Zouping, provinsi Shandong, mengatakan, korban mengalami memar parah dan sempat dirawat, tetapi kemudian meninggal di rumah sakit pada Sabtu (3/8/2019).
Menurut Qilu Evening News, sang ibu memukuli korban dengan sebatang besi karena kesal melihat cara putrinya menyantap makan siang.
Ia sudah mengancam akan memukul jika putrinya tetap makan dengan lamban. Setelah beberapa kali memberi peringatan, wanita itu meinta suaminya untuk meninggalkan ruangan.
"Saya tidak berani menghentikan istri saya. Dia juga memukul saya ketika saya mencoba menghentikannya memukuli anak itu," kata si ayah.
Lalu, begitu ia kembali ke ruang makan, benar saja, tubuh korban dipenuhi memar dan luka. Pria itu mengaku telah mencoba melarikan korban ke rumah sakit, tetapi dicegah istrinya.
Kondisi korban memburuk, dan akhirnya ia dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 5 sore waktu setempat.
Dirinya sempat menjalani perawatan medis darurat, tetapi akhirnya ia mengembuskan napas terkahir sekitar dua jam kemudian.
Berita Terkait
-
Keluarkan Mainan yang Ditelan Putrinya, Ibu Ini Berujung Dilarikan ke RS
-
CEK FAKTA: Akibat Blackout Massal, Ribuan TKA RRC Masuk Indonesia, Serius?
-
Jual Bir Khas Korut dengan Harga Fantastis, Pria Jepang Dibekuk Polisi
-
Eks Jubir Prabowo-Sandi Nilai Praktik Jual Rugi Semen Cina Rugikan Konsumen
-
Petinggi Gerindra Laporkan Semen Cina ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat