Suara.com - Saat itu Oktober 2018, seorang pria asal Jepang yang tak disebutkan namanya menghabiskan liburan di Shanghai, China.
Ia membeli sebotol bir merek Taedonggang, sebuah bir keluaran brewery asal Korea Utara.
Bir ini tak sembarangan, pabriknya dahulu milik Inggris, sejak tahun 2002 diakuisisi pemerintah Korea Utara. Taedonggang, boleh dibilang merupakan bir paling populer di negara pimpinan rezim diktator, Kim Jong Un tersebut.
Bir ini juga diekspor dalam jumlah terbatas di sejumlah negara Asia. Tak terkecuali China.
Di China, pria itu membeli beberapa botol bir Taedonggang seharga 3 dollar atau setara Rp 42 ribu. Di dalam koper, ia lantas menyembunyikan beberapa di antaranya dan menyelundupkannya ke Jepang.
Media Jepang, The Yomiuri Shimbun menyebut, di negeri asalnya, sang pria menjual kembali bir Taedonggang itu dengan harga kepalang fantastis 148 dollar atau setara Rp 2 juta per botol secara online.
Namun sejak uji coba nuklir Korea Utara pada tahun 2006, pemerintah Jepang resmi memutus hubungan impor dan ekspor dengan negara tersebut. Dampaknya, apa pun barang produksi Korut yang melintasi Jepang dianggap ilegal. Tak terkecuali bir Taedonggang yang dibawa sang pria.
Polisi yang mengendus penjualan bir ilegal secara online lantas dengan cepat membekuk pria itu Kamis pekan lalu (1/8). Ia disebut telah melanggar Undang-Undang Perdagangan Luar Negeri Jepang.
Hingga berita ini diturunkan belum diketahui pasti bagaimana nasib pria malang itu selanjutnya.
Baca Juga: Teh Rasa Bir, Minum Alkohol Tanpa Mabuk
Berita Terkait
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Hanya Lima Pabrikan Mobil China yang Diprediksi Bakal Bisa Bertahan di Pasar Global
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat