Suara.com - Gempa bumi mengguncang kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Gempa yang terjadi sebanyak dua kali itu membuat panik masyarakat setempat.
Data yang diperoleh dari Stasiun Geofisika BMKG Sorong menyebutkan, telah terjadi dua kali gempa di Raja Ampat dengan guncangan terbesar berkekuatan 5.4 skala Richter pada pukul 06.14 WIT.
Pusat gempa pada koordinat 0.7 lintang selatan dan 130.50 bujur timur yang berjarak 18 km Barat Laut Raja Ampat dengan kedalaman 10 km. Gempa dirasakan di Raja Ampat II-III MMI, di Sorong I-II MMI.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 3.3 skala Richter juga terjadi pada pukul 00.55 WIT pada koordinat 0.38 lintang selatan dan 130.34 bujur timur yang berjarak 51 km Barat Laut Raja Ampat dengan kedalaman 10 Km.
Menurut Ody warga Waisai, Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat, hanya guncangan kedua berkekuatan 5.4 yang dirasakan masyarakat setempat.
"Kami merasakan guncangan kedua saja, guncangan pertama kami tidak merasakan. Guncangan cukup lama dan banyak masyarakat keluar dari rumah," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo