Suara.com - Film Joker yang sedang tayang memunculkan ancaman dan kekhawatiran di Amerika Serikat.
Salah satunya, bioskop di Huntington Beach, Los Angeles, California, yang mendapat ancaman. Akibatnya, pengelola bioskop membatalkan dua penayangan film Joker, Kamis (3/10/2019) malam.
Menurut pemberitaan Mirror, Departemen Kepolisian setempat mengatakan telah menerima laporan tentang kemungkinan ancaman terhadap Teater Century di pusat perbelanjaan Bella Terra. Polisi mengkonfirmasi kebenaran ancaman tersebut.
Ancaman ini bukanlah hal iseng yang dilakukan orang. Tapi pihak kepolisian setempat menolak memberikan rincian ancaman yang ditujukan kepada bioskop di California ini.
"Bioskop dibuka kembali pada hari Jumat (4/10)," kata polisi.
Selain di Los Angeles, polisi di kota-kota New York dan Las Vegas juga telah meningkatkan patroli di bioskop selama film Joker ditayangkan.
Mirror menyebut, di seluruh Amerika ada kekhawatiran atas keamanan saat film Joker dirilis.
Sementara itu, anggota keluarga korban penembakan massal 2012 oleh seorang pria dilaporkan mengidentifikasi dirinya sebagai Joker telah menyatakan keprihatinan tentang film tersebut.
Film Joker disutradarai oleh Todd Phillips dan membongkar asal-usul Joker, yang meupakan musuh bebuyutan Batman.
Baca Juga: Sejumlah Tokoh Hadiri HUT TNI ke-74, Presiden Jokowi Pimpin Upacara
Berlatar pada tahun 1981, film ini menceritakan Arthur Fleck, komedian gagal yang beralih ke kehidupan kriminal di Kota Gotham.
Warner Bros telah mengatakan "Baik karakter fiksi Joker, maupun film, tidak mendukung kekerasan dunia nyata dalam bentuk apa pun".
Film tersebut, mendapat rating 15 di Inggris karena "kekerasan berdarah yang kuat".
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT