Suara.com - Seorang wanita yang baru menikah tenggelam bersama tiga anggota keluarganya di sebuah waduk setelah mencoba berswafoto, atau selfie.
Diberitakan BBC.com, dalam kejadian itu, suami korban bisa menyelamatkan saudara perempuannya, sementara istri dan tiga korban yang lain tenggelam.
Kepolisian negara bagian Tamil Nadu, India selatan mengatakan, insiden terjadi di Tamil Nadu pada Minggu (6/10/2019).
Pasangan muda yang baru menikah itu, asal Bargur, Krishnagiri, mengunjungi saudara di Uthangarai bersama dengan saudara perempuan mempelai laki-laki, seperti dikabarkan surat kabar The Hindu.
Mulanya, salah satu dari mereka, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun, terpeleset, lalu menarik yang lainnya.
Kedua saudara perempuan bocah itu, yang berusia 18 dan 19 tahun, bersama dengan wanita yang baru menikah, dan saudara perempuan si mempelai laki-laki, ikut terseret ke dalam air.
Namun, si pengantin pria berhasil menarik saudara perempuannya, sedangkan empat korban yang lain tenggelam tak terselamatkan.
Menurut polisi, mayat-mayat itu telah ditemukan, dan pemeriksaan post-mortem akan dilakukan.
Kejadian ini adalah yang terbaru dari serangkaian tragedi terkait selfie di India. Para ahli telah memperingatkan, banyak orang mengambil risiko yang tidak perlu demi media sosial.
Baca Juga: Warganet Ngakak Lihat Selfie Konyol Betrand Peto, Narsis Abis!
Jumlah kematian terkait selfie di India tercatat sebagai angka tertinggi di dunia.
Menurut sebuah studi oleh Perpustakaan Kedokteran Nasional AS, India menyumbang sekitar setengah dari 259 kematian yang dilaporkan antara 2011 sampai 2017, diikuti oleh Rusia, AS, dan Pakistan.
Di negara bagian Haryana pada Mei, tiga remaja yang berswafoto di jalur kereta api melompat keluar dari rel ketika melihat sebuah kereta mendekat, tetapi nahas, akhirnya mereka tewas karena tertabrak kereta lain yang datang dari arah berlawanan.
Pada 2017, negara bagian India Karnataka meluncurkan kampanye untuk memperingatkan orang-orang bahwa "selfie bisa membunuh" setelah empat siswa meninggal.
Pada tahun yang sama, seorang pria meninggal di Odisha ketika seekor gajah yang dia ajak selfie di sampingnya melilitkan belalai pada tubuhnya dan menghancurkannya.
Berita Terkait
-
Curhatan Nikah Cut Meyriska dan Roger Danuarta
-
Bareng Istri, Ini Serunya Dion Wiyoko Bertualang di India
-
Mengaspal Pakai Kuda Besi di Himalaya, Darius Sinathrya Berbagi Cerita
-
Ritual Ceburkan Anak ke Kotoran Sapi jadi Tradisi, Ini Kata Dokter
-
Diinjak Sapi hingga Dilempar Kotorannya, 3 Ritual Pembawa Berkah di India
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard