Suara.com - Warga Jalan Alfakah V, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, mendadak heboh.
Pasalnya, tak jauh dari lokasi ini terdapat rumah Syahrial Alamsyah (31) alias Abu Rara, seorang pria yang nekad menyerang Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) siang.
Penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto di depan Gerbang Lapangan Alun – alun Menes Desa Purwaraja Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang, Kamis sekitar pukul 11.55 wib.
Warga sekitar rumah Abu Rara tidak menyangka, karena sosok lelaki tersebut dikenal sebagai orang baik, rajin beribadah dan sopan.
Seorang warga bernama Ismawati (54) mengaku kaget dan berkali-kali mengucap istighfar mengetahui bahwa seorang pria yang dilihatnya di televisi telah menyerang Wiranto adalah Syahrial.
“Astaghfirullah, astagfirullah. Itu dia? Yang tadi di berita sama Pak Wiranto? Astaghfirullah, anaknya baik lho. Dia sopan kali,” katanya.
Ismawati mengatakan, dia mengenal Syahrial karena memang penduduk asli di Alfakah VI. Orangtuanya juga dikenalnya secara baik dan sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Rumah Syahrial sudah digusur sejak 2016 untuk pembangunan jalan tol.
Sementara tetangga lainnya, Mira, mengatakan sudah lama tak melihat pelaku.
Baca Juga: Rumah Abu Rara Penusuk Wiranto Langsung Digeledah Polisi dan TNI
“Sudah lama tidak jumpa, karena rumah dia di sini sudah digusur buat dibangun jalan tol,” kata Mira.
Ia mengungkapkan, Abu Rara sudah tidak lagi di daerah tersebut sejak tahun 2016. “Lama kali lah tak nampak sejak rumahnya digusur itu,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Syahrial bersama dengan Fitri Andriana Binti Sunarto, melakukan penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Lapangan Menes Pandeglang diamankan pihak kepolisian di Pandeglang, Kamis.
Kedua tersangka saat ini diamankan di Mako Polsek Menes Polres Pandeglang. Kamis 10 Oktober 2019 sekitar pukul 11.55 WIB, Abu Rara dan Fitri mengerang Wiranto di depan Gerbang Lapangan Alun-alun Menes Desa Purwaraja Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang.
Tak hanya Wiranto, kedua pelaku juga menyabetkan kunai—pisau kecil ala ninja—kepada Kapolsek Menes Kompol Dariyanto dan Fuad.
Adapun kejadian penusukan tersebut secara tiba-tiba langsung menyerang atau menusuk kebagian perut Menkopolhukam Wiranto, dengan menggunakan senjata tajam secara membabi buta.
Akibat kejadian tersebut mengakibatkan luka tusuk pada bagian punggung Kompol Dariyanto dan bagian dada sebelah kiri H Fuad.
Sementara Wiranto, kekinian dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, karena mendapat dua luka tusukan di bagian perut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan