Suara.com - Polda Metro Jaya menangkap enam orang pembobol koper penumpang Bandara Soekarno Hatta pada 24 Juni 2019. Pebalap Oneprix asal Indonesia Muhammad Murobbil Vitoni alias Robby Sakera menjadi salah satu korban.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan Robby menjadi korban saat akan pergi ke Jepang pada 24 Juni 2019 lalu.
Namun, Robby butuh waktu lama untuk melaporkan pasalnya tidak bisa langsung pulang dari negeri sakura itu.
"Saat korban pergi ke Jepang, dia merasa kehilangan barang berupa satu set race suit dengan total kerugian Rp 18 juta," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (22/11/2019).
Yusri menuturkan, Robby baru bisa melapor di awal November 2019. Polisi langsung bergerak dan menangkap tiga orang pelaku berinisial IC, REP, dan TP terkait kasus tersebut pada tanggal 12 November 2019.
"Ini pencurian di Bandara Soetta dilakukan oleh tiga pelaku modusnya dengan mencongkel koper penumpang dengan menggunakan bolpoin," ucap Yusri.
Setelah memeriksa ketiga pelaku, polisi kembali menangkap tiga pelaku lainnya IS, AY, dan YY yang juga merupakan spesialis pembobol koper penumpang di bandara.
"Modusnya sama membuka koper, mengambil uang tunai sekitar Rp 10 juta dan 1.000 ringgit Malaysia," tutur Yusri.
Para pelaku diancam dengan Pasal 386 dan Pasal 480 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
Baca Juga: Polisi Limpahkan Kasus Kapolsek Kebayoran Baru Pakai Narkoba ke Kejaksaan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok