"Melihat contoh-contohnya memicu sesuatu dalam diri saya dan pada saat itulah kami maju dengan ide ini," kata Shelly Horst, salah satu pendiri Room Shop Vintage, kepada BBC.
"Sambutan masker/atasan yang kami ciptakan benar-benar bagus. Para pelanggan kami suka dengan tampilan yang cocok. Mengenakan masker yang sesuai dengan atasan membuat masker itu lebih menyenangkan untuk dipakai, penting dalam masa yang serius dan mengerikan ini."
Dia memperkirakan tren ini terus berlanjut.
"Ke depan, orang-orang perlu beragam masker untuk dipakai bergantian, khususnya ketika semuanya mulai kembali dibuka. Punya masker yang cocok adalah mode yang menyenangkan, namun mencocokkan warna juga akan dimulai. Menimbang masker apa yang akan dipakai pun akan menjadi bagian dari perencanaan memakai busana."
Tak hanya padu padan masker dengan busana yang menjadi tren. Sejumlah perancang tengah membuat masker seglamor mungkin dengan perhiasan.
Sefiya Sjejomaoh mengatakan kepada kantor berita Reuters tidak menghalangi seleranya dalam urusan mode.
"Ketika Anda keluar dengan masker bergaya atau dengan aksesoris seperti ini, kita tidak terlihat seperti sedang berperang."
"Jauh lebih menyenangkan," ucapnya.
Baca Juga: Bosan Selama di Rumah Aja, Nenek 91 Tahun Ini Bikin Fashion Show
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI