Suara.com - Seorang wanita yang tinggal di lingkungan pantai Brean Down, Somerset mengaku kewalahan dengan ulah para pengunjung yang mulai memenuhi kawasan pantai populer tersebut pasca lockdown dibuka.
Menyadur BBC, para pelancong tersebut nekat buang air besar sembarangan karena toilet umum tetap tutup. "Orang-orang buang air besar di pantai, sejak lockdown dibuka," kata wanita bernama June Day.
June berkata, ia tak menentang aturan pemerintah untuk membuka lockdown tapi ia mengaku kesal dengan ulah beberapa turis yang datang ke pantai.
"Seorang pria mengatakan kepada saya bahwa dia buang air sembarangan tanpa rasa bersalah. Itu menjijikkan," ungkapnya.
"Suatu hari suamiku mengantar anjing kami jalan-jalan dan ia melangkahi tiga kotoran manusia dengan pakaian dalam yang baru saja mereka tinggalkan," lanjutnya.
Wanita ini khawatir liburan akhir pekan akan membawa lebih banyak turis ke pantai. Ia hanya berharap fasilitas umum seperti toilet segera buka kembali.
"Kami punya ratusan orang di sini dan tidak ada fasilitas untuk mereka," katanya.
Seorang juru bicara National Trust mengatakan, sebaiknya para pelancong membuka situs website mereka sebelum memutuskan berangkat ke pantai.
"Kami membuat keputusan melonggarkan lockdown berdasarkan kondisi setempat dan mendesak siapa pun yang ingin mengunjungi untuk memeriksa situs web kami sebelum bepergian," ujar sumber tersebut.
Baca Juga: Pantai di New Jersey Kembali Dibuka
"Di mana kami bisa, kami akan membuka toilet di tempat parkir pedesaan kami.
"Kami akan mencoba untuk membuka fasilitas toilet yang tersedia di situs web kami, tetapi turis harus menyadari bahwa kondisi ini dapat berubah sewaktu-waktu," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang