Suara.com - Sebuah akun Facebook menyebarkan foto Wakil Presiden Maruf Amin tengah duduk di dalam sebuah kamar. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Wapres 5 tahun tidak melakukan apa-apa.
Akun Facebook dengan nama Kevin Lee Marpaung membagikan foto dengan narasi "5 TAHUN nggak ngapa-ngapain" dan berhasil mendapat perhatian warganet.
Unggahan itu telah mendapat 1,7 ribu komentar dan telah dibagikan sebanyak 4,7 ribu kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Lalu benarkah jika Wakil Presiden Maruf Amin sudah 5 tahun tidak melakukan apa-apa?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -jaringan Suara.com, konten yang diunggah oleh akun Facebook Kevin Lee Marpaung itu adalah hasil suntungan dari sebuah tangkapan layar YouTube.
Foto itu adalah salah satu potongan video yang diunggah oleh akun YouTube @sobatmiskinofficial.
Dalam video aslinya, judul yang tertera adalah "2 JAM nggak ngapa-ngapain" bukan "5 TAHUN nggak ngapa-ngapain".
Dalam video itu hanya ada seorang pria berkaus hitam duduk termenung di depan kamera. Selama dua jam 20 menit 52 detik, pria itu hanya duduk menghadap kamera tanpa melakukan apa pun.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Ada Kampus Pemujaan Setan di Bandung?
Saat video dipercepat, tampak dirinya hanya melotot dan sesekali berkedip atau sedikit memiringkan kepala maupun badannya; bahkan sama sekali tak membuka mulut.
Pada rekaman tersebut, pria ini tampak berada di dalam kamar, dengan kasur ungu sebagai latar belakang. Tak ada suara apa pun di videonya selain tiupan angin kecil.
Video ini mulai viral setelah tangkapan layarnya diunggah ke Twitter oleh akun @depresionistaa pada Kamis pagi. Tak ada caption apa pun pada cuitannya.
Sementara itu, foto hasil tangkapan layar itu disunting dengan cara mengganti kepala si pemilik konten asli di YouTube dengan gambar kepala Wapres Maruf Amin.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, unggahan akun Facebook gambar Wapres Maruf Amin dengan narasi "5 TAHUN nggak ngapa-ngapain" masuk dalam kategori manipulated content atau konten yang dimanipulasi.
Konten jenis itu biasanya berisi foto hasil suntingan dari informasi yang sebelumnya pernah beredar di media. Konten ini biasanya dibuat untuk mengecoh publik.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah Ada Kampus Pemujaan Setan di Bandung?
-
Mark Zuckerberg: Facebook Membuat Instagram dan WhatsApp Lebih Baik
-
CEK FAKTA: Benarkah FPI Semprotkan Virus Corona?
-
CEK FAKTA: Benarkah Bapaknya Jokowi yang Asli Underbow Pki 1965?
-
Dituduh Makan Gaji Buta Selama Pandemi, Ratusan Guru Serbu Seorang Warganet
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan
-
4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru
-
Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru
-
JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026
-
Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI
-
Polisi Amankan Pria Diduga Mabuk dan Mengamuk di Depan Gerbang UNS
-
Tim 9 Didesak Ungkap Siapa Pemilik Rp476 M dan Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Hemat Biaya dan Unik, Dijamin Bikin Warga Ngakak!
-
Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
-
Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'