Suara.com - Momen mengharukan saat penceramah Syekh Ali Jaber mencium kaki seorang hafiz kembali menjadi perbincangan publik. Aksi Syekh Ali Jaber tersebut membuat publik ikut terharu.
Momen tersebut dibagikan oleh akun Twitter @_kingpurwa. Akun tersebut membagikan video singkat saat Syekh Ali Jaber mencium kaki seorang hafiz bernama Naja Hudia Afifurrohman.
"Saling klaim Syekh Ali Jaber itulah karomah seorang hafiz Al Quran," tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, Selasa (15/9/2020).
Momen mengharukan tersebut terjadi pada akhir Mei 2019 lalu. Kala itu Syekh Ali Jaber baru pertama kali bertemu dengan Naja, namun ia dibuat takjub dengan kemampuan Naja menghapal Al Quran.
Bocah asal Mataram itu telah mampu menghapal 30 juz Al Quran di usianya memasuki 9 tahun.
Meski Naja mengalami kelumpuhan otak, hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk menghapal Al Quran.
Usai menjadi juri penguji hapalan Al Quran, Syekh Ali Jaber langsung mendekati Naja.
Syekh Ali Jaber mengusap lembut puncak kepala Naja lalu bersimpuh dan mencium kaki Naja.
Aksi Syeklh Ali Jaber tersebut membuat terkejut semua orang yang ada di lokasi.
Baca Juga: Tokoh 212 Yakin Penusukan Syekh Ali Jaber Pembunuhan Berencana
Saat ditanya alasan ia mencium kaki Naja, Syekh Ali Jaber mengaku takjub dengan sosok Naja dan kemampuannya menghapal Al Quran yang luar biasa.
"Beliau (Naja) seperti Al Quran berjalan. Oleh karenanya, pantas saya muliakan kakinya, bukan hanya Al Quran-nya. Dia jauh lebih hebat dari saya," ujar Syekh Ali Jaber.
Belakangan nama Syekh Ali Jaber kembali menjadi sorotan usai menjadi korban penusukan orang yang tak dikenal.
Ditusuk saat Ceramah
Syekh Ali Jaber sebelumnya ditusuk oleh orang tidak dikenal saat tengah berdakwah di Masjid Falahuddin, Kelurahan Sukajawa Kecamatan Tanjung Karang Barat (TKB), Kota Bandarlampung, Minggu (13/9/2020) kemarin.
Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 17.15 WIB saat Syekh Ali Jaber tengah berdialog dengan jamaah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar