Suara.com - Pernah beredar di media sosial, klaim yang menyebut Habib Rizieq Shihab bersumpah, dirinya mengatakan najis pulang ke Indonesia, kecuali apabila dijemput Jokowi dan Megawati.
Klaim tersebut sempat menyedot perhatian publik. Salah satunya dibagikan oleh pemilik akun Facebook Bahsuri Surip.
Dalam unggahannya, dia melampirkan foto tangkapan layar seolah-olah menunjukkan artikel berita.
Dalam foto yang diunggah itu, terdapat narasi "Rizieq Shihab Bersumpah Najis Pulang ke Indonesia, Kecuali Dijemput Megawati dan Jokowi".
Berikut adalah narasi yang ditulis oleh Bahsuri Surip:
"bilang najis,,,,,saya satu RT mengucapkan bodo amat."
Lantas benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelurusan turnbackhoax.id -- jaringan suara.com, klaim bahwa ada artikel berjudul "Rizieq Shihab Bersumpah Najis Pulang ke Indonesia Kecuali Dijemput Megawati dan Jokowi" tersebut tidak benar.
Baca Juga: Sambut Habib Rizieq, Camelia Malik Rela Jalan Kaki 3 Km ke Bandara
Faktanya, tidak ditemukan artikel dengan judul seperti diunggah oleh akun Facebook Bahsuri Surip. Bahkan justru sebaliknya, baru-baru ini Habib Rizieq secara tersirat ingin pulang ke Indonesia.
Akan tetapi, Habib Rizieq sempat mengklaim bahwa dirinya tidak bisa pulang karena dicekal Pemerintah Arab Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia.
Sebelumnya, klaim serupa pernah diperiksa oleh situs turnbackhoax.id pada 2 September 2020 dengan tajuk "Habib Rizieq Shihab Bersumpah Tidak Akan Masuk ke Indonesia Seumur Hidup".
Suara.com pun pernah memberitakan soal ini. Habib Rizieq menegaskan dirinya tidak takut pulang ke Indonesia. Namun, Rizieq mengklaim bahwa ketakutan ada di pihak rezim.
"Jadi bukan saya yang takut pulang, tapi rezim Jokowi yang takut saya pulang. Kira-kira jelas enggak? Takbir!" ucapnya.
Selain itu, pihak Istana sendiri mengklaim bahwa mereka tidak pernah menghalangi Habib Rizieq pulang ke Indonesia. Habib Rizieq diminta untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi apabila ingin pulang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?