Suara.com - Publik tengah dihebohkan oleh sebuah video yang merekam momen sekumpulan remaja pria menunaikan ibadah salat di gereja.
Bukan tanpa sebab, para remaja itu memilih salat di gereja yang ada dalam rumah salah satu kawannya karena masjid dan musala jauh dari tempat mereka.
Sementara itu, mereka tidak lagi memiliki banyak waktu tersisa untuk mengejar jadwal salat apabila harus pergi ke masjid atau musala.
Video sekumpulan remaja pria tersebut diunggah oleh kreator TikTok @faisalrrp.pft, Jumat (18/12/2020).
Dalam rekaman video itu, terlihat sekelompok remaja pria tengah berjalan menuju ruangan gereja.
Terekam di sana ruangan yang dipenuhi dengan ornamen gereja seperti Salib dan sebuah altar sederhana.
Kata Faisal, gereja tersebut terletak di area rumah kawan yang saat itu menjadi tempat mereka berkumpul.
Berhubung masjid atau musala jauh dari tempat mereka dan waktu tidak lagi banyak tersisa, Faisal serta kawan-kawan terpaksa menunaikan salat di gereja.
"Jadi kita lagi main ke rumah teman yang nonis. Dan rumahnya itu ada gerejanya. Terus belum pada solat dan waktunya udah mepet. Berhubung masjid atau musala jauh, Akhirnya soalatnya di gerejanya dong," tulis Faisal dalam keterangan videonya.
Baca Juga: Viral Kisah Anak Pendeta yang Memilih Menjadi Muslimah Bercadar
Dalam video itu, terlihat pula momen saat Faisal dan kawan-kawan mulai menunaikan ibadah salat di gereja.
Kekinian, video unggahan Faisal yang merekam sekumpulan remaja salat di gereja tersebut viral di media sosial.
Bahkan, video itu telah tembus jutaan kali ditayangkan dan menuai ribuan komentar. Lihat videonya DI SINI.
"Gapapa sih menurut gue, selama suci dan niatnya karena Allah," kata Zero.
"Menurut aku sih gapapa, kan tergantung niatnya. Kita kan niat salat itu untuk Allah, jadi gak masalah sih menurut aku. Toleransinya keren Bro," balas Kentang.
"Bisa-bisanya ya kiblatnya pas ke arah sana," timpal Tiramissu menyoroti kiblat yang kebetulan mengarah ke altar gereja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik