Suara.com - Stanley Johnson, ayah dari Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berkata ingin pindah kewarganegaraan jika Inggris sudah resmi keluar Uni Eropa alias Brexit.
Menyadur CNN Jumat (01/01), Stanley diketahui ingin jadi warga Prancis dengan alasan "ingin selamanya menjadi warga Eropa". Pernyataan ini meluncur beberapa jam sebelum transisi Brexit berakhir.
"Ini bukan soal menjadi orang Prancis. Jika saya mengerti dengan benar, saya adalah orang Prancis," katanya kepada RTL dalam bahasa Prancis.
Stanley Johnson mengatakan ia memiliki hubungan yang erat dengan Prancis dan kini ia ingin kembali pada 'tanah leluhurnya', tempat di mana ibu dan kakeknya berasal.
"Ibu saya lahir di Prancis, ibunya sepenuhnya orang Prancis seperti halnya kakeknya. Jadi bagi saya ini pertanyaan untuk merebut kembali apa yang sudah saya miliki. Karena itu, saya sangat senang."
Pada malam pergantian tahun, Inggris mengakhiri masa transisinya dan resmi meninggalkan Uni Eropa. Istilah ini kerap disebut dengan Brexit.
Kesepakatan perdagangan pasca-Brexit antara UE dan Inggris mulai berlaku setelah kedua belah pihak menyetujui kesepakatan di menit terakhir.
Itu artinya, sebagian besar warga Inggris akan memulai 2021 dengan kehilangan kemampuan mereka untuk bebas bekerja dan melakukan perjalanan di sekitar blok 27 negara.
Stanley Johnson menegaskan bahwa Brexit tidak akan mengakhiri identitas Eropa bagi dirinya atau rakyat Inggris pada umumnya.
Baca Juga: Desainer Prancis Pierre Cardin Tutup Usia
"Saya akan selalu menjadi orang Eropa, itu pasti. Orang tidak bisa mengatakan kepada orang Inggris: 'Anda bukan orang Eropa'," lanjut Stanley Johnson.
Ayah Perdana Menteri ini sering menjadi berita utama sejak putranya memulai masa jabatan. Ia jadi sorotan karena dituduh membuat komentar Islamofobia di TV saat anaknya menang pemilu.
Sedangkan pada bulan Juli ia dikritik karena bepergian ke Yunani saat Inggris sedang diisolasi karena pandemi virus corona.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis