Suara.com - Sejumlah masyarakat penasaran Ibu Negara Iriana Jokowi kekinian jarang muncul ke publik. Istri Presiden Joko Widodo itu disebut sudah lama tidak mendampingi kegiatan yang dihadiri Kepala Negara.
Sebelum pandemi Covid-19, Iriana Jokowi tampak sering mendampingi Presiden dalam berbagai kesempatan.
Iriana terlihat terakhir mendampingi Presiden Jokowi saat menyambut kunjungan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, pada 20 Oktober 2020.
Terkait itu, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Negara Bey Triadi Machmudin memberikan penjelasan. Ia mengatakan Iriana Joko Widodo memang tidak banyak mendampingi kegiatan kepresidenan dalam beberapa waktu terakhir.
"(Iriana) bukannya jarang mendampingi, tapi memang selama ini acara Bapak Presiden tidak perlu didampingi Ibu Negara. Jadi tidak ada alasan khusus," kata Bey, Sabtu (16/1/2021).
Ia menyebut beberapa kali Iriana hadir mendampingi Jokowi, seperti peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Istana Merdeka Jakarta, saat menerima PM Jepang di Istana Bogor.
Selain itu Iriana juga sering hadir di acara virtual, yang diselenggarakan bekerja sama dengan OASE KIM (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju).
"Ibu Negara banyak hadir dalam acara daring yang diselenggarakan bekerja sama OASE KIM," pungkasnya. [Antara]
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Disuntik Vaksin Buatan Eropa, Bukan Sinovac?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook